KOTA MALANG– Pelatih Arema FC Milomir Seslija sudah bisa tenang. Sebab duet lini depan Dedik Setiawan dan  Sylvano Comvalius kian hari makin padu. Ibarat pasangan pengantin, keduanya sudah jodoh ideal.

Keduanya saling melengkapi. Sehingga keduanya sudah bisa menjawab kebuntuan lini depan Arema FC yang sempat terjadi di awal Liga 1. Terbukti di dua laga terakhir Singo Edan selalu menang.

Duet Dedik Setiawan dan Sylvano Comvalius di lini depan selalu menjadi ancaman lawan. Ditambah kerjasama dengan Makan Konate, Dendi Santoso dan pemain lainnya yang semakin klop, membuat Arema FC semakin superior.

Asisten Pelatih Arema FC Singgih Pitono menyebutkan, saat ini ada progress yang signifikan di lini depan. Kerjasama semua lini pemain juga sangat bagus.

Seperti di lini depan, adanya Dedik, Comvalius, Dendi, dan Konate semakin klop.  ”Sekarang sudah ada chemistry yang terbangun, kerjasama, saling mengerti saat ini sudah terpenuhi,” kata top scorer Arema era Galatama itu.

Menurutnya, kekompakan semua pemain tidak lepas dari kerja keras semuanya. Sebelumnya, peran Comvalius sempat dipertanyakan.

Namun, saat ini pemain asal Belanda itu seolah menjawab semua kritik. Meski baru mencetak sebiji gol, Comvalius sudah memberikan empat assist yang menjadi gol Dedik dan Konate.

”Dulu kendala ada di Sylvano (Comvalius) karena kondisi belum prima. Sekarang pelan-pelan dia ada kemauan ingin mengembalikan kondisi dan performa,” kata dia.

Sehingga, hasilnya saat ini bisa dilihat. Arema menang dua kali beruntun baik laga kandang maupun tandang. Mulai menang 3-1 atas Persipura Jayapura, dan menang 1-0 atas Semen Padang.

Dengan fisik yang prima, peran Comvalius semakin nyata. ”Intinya, teknik seperti apapun kalau fisik tidak ada, teknik tidak akan tertunjang. Pengalaman saya seperti itu,” kata asisten pelatih asal Tulungagung itu.

Keganasan lini depan, selama ini juga mendapatkan dorongan dari Singgih. Dia tidak segan membeber pengalamannya dulu sehingga bisa menjadi top scorer.

“Saya juga selalu bilang pada Dedik dan Sylvano, striker itu tidak ada banyak waktu di depan gawang lawan,” kata dia. Jika, membawa bola dekat garis 16 saat ada celah harus di shooting.

“Jangan terlalu banyak kombinasi. Bukan berarti kombinasi tidak perlu, jika memang ada rekan free dan jika diberi umpan bisa cetak gol ya diumpan, saling support dan kerjasama,” pungkasnya. (adk/abm)

Pewarta : Aris Dwi Kuncoro
Penyunting : Abdul Muntholib

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.