Jenazah Pelaku Bom Panci Bandung Diserahkan ke Keluarga
KTP Yayat Cahdiyat @MalangTODAY/Istimewa

Dua terduga pelaku tindak pidana terorisme terkait kasus teror bom panci di Lapangan Pandawa, Bandung ditangkap oleh Detasemen Khusus (Densus) 88.

“Dua orang ditangkap atas nama Agus alias Abu Muslim alias Abu Abdullah dan Soleh alias Zalzalat alias Gungun,” kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta, sebagaimana dilansir dari Antara, Senin (13/3).

Keduanya ditangkap pada 7 Maret 2017 di tempat yang berbeda di Bandung. Agus ditangkap di kontrakannya Jalan Kebon Gedang 3 Kelurahan Maleer, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung. Petugas menyita panci, lima baterai, kabel, pemutih pakaian, aseton, pembersih lantai, asam nitrat, parafin, triaseton triperoksida (TATP) sebanyak 12 kilogram dan termometer.

Agus alias Abu Muslim berperan mendanai, membeli peralatan dan melakukan survei bersama mendiang Yayat Cahdiyat. “Agus kesehariannya bekerja sebagai mekanik listrik di apartemen,” ujarnya.

Sementara Soleh berperan memberikan uang Rp 2 juta kepada pelaku aksi, Yayat untuk membiayai aksi teror. Soleh yang kesehariannya sebagai pedagang susu keliling ini sempat dititipi istri dan anak Yayat. Saat aksi dilakukan, baik Agus maupun Soleh diketahui tidak bersama Yayat.

Kelompok ini menargetkan operasi teror di markas polisi di antaranya Polda Jabar dan Polres Cianjur, Pos Lalu Lintas Buah Batu dan Pos Lalu Lintas Geger Kalong.

“Ini wujud balas dendam mereka dengan melakukan serangan balik ke markas polisi,” katanya.

Boy Rafli menambahkan kelompok ini merupakan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bandung.

Senin (27/2) pagi, sebuah ledakan yang berasal dari bom panci terjadi di Lapangan Pandawa, Kelurahan Arjuna, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung. Pelaku atas nama Yayat Cahdiyat datang menggunakan sepeda motor dan langsung menaruh panci di ujung lapangan Sekolah Dasar (SD) Kresna Pandawa.

Sesaat setelah ledakan itu, Yayat berlari ke dalam kantor Kelurahan Arjuna. Pelaku sempat membakar lantai dua kantor kelurahan, sebelum akhirnya personel Brimob Polda Jabar melumpuhkannya. Yayat dalam kondisi kritis sempat dibawa ke Rumah Sakit Sartika Asih, namun nyawanya tidak tertolong saat dalam perjalanan.

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

Balas

Please enter your comment!
Please enter your name here