JawaPos.com – Dua sapi kurban di Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) mengamuk dan kabur saat hendak disembelih. Kejadian ini terjadi di dua tempat di Balikpapan.

Kejadian pertama dialami warga RT 28 Kelurahan Batu Ampar, Balikpapan Utara. Di sini, warga dibuat panik saat seekor sapi yang akan dikurbankan melarikan diri dan berlari sejauh satu kilometer (Km).

Salah seorang warga RT 28, Hamdan mengatakan, sapi tersebut diduga mengalami stres karena banyak warga yang berada di sekitarnya. Selain itu, sapi tersebut merupakan sapi ketiga yang akan disembelih.

“Ini sapi yang ketiga mau dipotong. Kami kira malah sapi ini yang gampang dipotong. Sekalinya pas mau dipotong berontak sampai lari akhirnya,” ujar Hamdan, dikutip dari Prokal.co (Jawa Pos Group), Minggu (11/8).

Bahkan sebelum melarikan diri sapi tersebut sempat menyeruduk salah seorang pemotong di halaman Masjid Al Hijrah, Batu Ampar.

“Tadi sebelum lepas juga sempat nanduk yang mau motong,” tambahnya.

Lebih lanjut Hamdan menjelaskan, saat sapi tersebut kabur dan masuk ke hutan, dirinya bersama warga yang mengejar lainnya sempat pasrah. Namun, karena sapi tersebut keluar ke jalan raya lagi, pihaknya kembali mengejar. Sapi bahkan sempat masuk ke halaman rumah warga.

“Kami tadi sudah pasrah mas. Masuk-masuk hutan tadi, tapi dia keluar ke jalan raya. Jadi, kami kejar lagi sampai masuk ke sini,” jelasnya.

Selang satu jam lebih akhirnya warga berhasil membawa kembali sapi tersebut dengan sebuah mobil pick up setelah diberi makan dan minum sampai benar-benar tenang.

Sapi mengamuk dan kabur juga terjadi di Masjid Al Husna, Jalan Ahmad Yani RT 55 Gunung Sari. Wahyu, salah satu donatur kurban, mengatakan, sapi ini mengamuk saat dibawa ke lubang pemotongan kurban.

“Yang bawa kai-kai. Pas dekat lubang pemotongan, sapinya mungkin ngelihat darah. Terus tiba-tiba ngamuk. Kai-kai tadi sampai ndak bisa ngendaliin karena sapinya besar,” kata Wahyu.

Sapi ini, lanjut Wahyu, kemudian kabur ke arah Jalan Banjar sampai tembus di lampu merah Gunung Malang. Warga yang melihat pun ikut mengejar. Setelah digiring warga menggunakan tali, sapi tadi kembali lepas.

“Lari lagi sampai ke Gunung Belah. Dikejar lagi dan dapat. Terus dinaikkan ke pick up rentalan. Eh, tapi pas sampai Gunung Sari ngamuk lagi pas diturunkan dari pick up. Terus diikat di pohon pinggir jalan,” kata Wahyu. Untungnya tak ada korban jiwa dalam insiden ini.

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.