Kapolri Sebut Fatwa MUI Akhir-akhir Ini jadi Ancaman Kebhinekaan
Kapolri Jendral Tito Karnavian (Istimewa)

MALANGTODAY.NET – Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian memastikan dua pelaku peledakan bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur pada Rabu (24/5) lalu merupakan anggota jaringan terorisme Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bandung Raya.

Tito menjelaskan JAD adalah salah satu pendukung utama ISIS melalui Bahrun Naim yang ada di Suriah.

Ia menuturkan pelaku peledakan pertama yang diketahui bernama Ichwan Nurul Salam dan pelaku peledakan kedua, Ahmad Sukri merupakan buronan yang dicari Densus 88 selama ini.

“Pelaku peledakan pertama diketahui melalui DNA pembanding putra Ichwan yakni Jibril. Sementara pelaku peledakan kedua adalah Ahmad Sukri yang identitasnya diketahui melalui DNA pembanding ibu kandungnya, Eti Nur Hasanah,” imbuhnya, Jumat (26/5).

Aksi kelompok JAD yang menargetkan polisi sebagai sasaran teror ini, kata dia, bukan pertama kali. Ia mencontohkan penggerebekan empat teroris di Waduk Jatiluhur pada Desember 2016.

“Mereka hendak melakukan aksi teror di pos polisi di Simpang Lima Senen, Jakarta Pusat, tapi berhasil digagalkan,” katanya.

Selain itu, aksi kelompok JAD lainnya, pelaku bom panci di Bandung, Jawa Barat, Yayat Cahdiyat juga diketahui hendak melakukan aksi teror ke pos polisi.

“Kelompok yang sama, mereka sudah menggambar kantor polda, pos lalu lintas. Tapi bomnya prematur sehingga meledak duluan di Taman Pandawa,” ucapnya.

JAD di Indonesia dipimpin oleh Aman Abdurrahman yang mendekam di penjara di Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Namun kemudian kepemimpinan JAD diserahkan ke Zaenal Ansori yang belakangan ditangkap polisi di Lamongan, Jawa Timur. Demikian dikutip dari Antara.(zuk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.