KOTA MALANG – Entah apa yang merasuki CEO PT Piranhamas, Agus Setiyawan. Hingga tega menggampar 10 siswa SMK Muhammadiyah. Akibat perbuatannya, kini Polres Malang Kota telah menahan praktisi digital marketing itu.

“Saya langsung berkoordinasi dengan pak Kapolres tadi malam. Dan katanya tadi pagi (Kapolres) juga mengirim anggotanya untuk ke Surabaya,” ujar Wali Kota Malang, Sutiaji (18/10).

Diakui Kapolres Malang Kota, AKBP Dony Alexander, ia telah mengutus anggotanya untuk melakukan pengejaran. Karena seperti yang diwartakan, dari unggahan foto tiket pesawat di Facebook Agus Setiyawan. Terjadwal hari ini Agus Piranhamas akan terbang dari Surabaya ke Makassar.

“Ya, pihak kami telah melakukan pengejaran dan telah ditangkap. Saat ini tersangka (Agus Piranhamas) sudah ada di Mapolresta. Untuk semuanya mohon bersabar menunggu proses lebih lanjut,” katanya.

Agus Piranhamas ditetapkan sebagai tersangka karena 9 aspek penaikan status sudah lengkap. Mulai dari adanya pelapor atau korban, barang bukti hingga hasil visum. Dikatakan Donny, tersangka tidak melawan dan bersikap kooperatif saat ditangkap.

Namun proses hukum tetap berlanjut. Akibat perbuatannya, Agus Piranhamas disangkakan UU nomor 35 tahun 2014 tentang kekerasan pada anak dibawah umur. Agus terancam jeratan penjara selama 5 tahun.

“Beri kami waktu. Nantinya akan segera kami rilis korban apakah ditetapkan bersalah atau tidaknya,” tandas dia.

Sementara secara kekeluargaan, Kepala SMK Muhammadiyah 2, Nur Cholis mengatakan telah memaafkan tersangka. Meskipun begitu, ia tidak mengelak dan mendukung jika proses kelembagaan (kepolisian tetap berlangsung).

“Saya maafkan, tapi kelembagaannya saya serahkan ke pihak berwajib (polisi). Beliau (Agus Piranhamas) kemarin juga sudah minta maaf ke anak-anak (korban kekerasan,” bebernya.

Pewarta: Rida Ayu
Foto: Laoh Mahfud
Penyunting: Fia

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.