KOTA BATU – Pemkot dan DPRD Kota Batu menunjukkan ”taringnya” kemarin (15/7). Aturan tentang berdirinya toko modern coba ditegakkan mereka.

inspeksi mendadak (sidak) ke SPBU Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, kembali dilakukan mereka. Seperti diketahui, pada Mei lalu sidak di lokasi itu sempat dilakukan pemkot dan dewan.

Penyebabnya, karena di area SPBU tersebut berdiri Indomaret. Toko modern itu diyakini melanggar Perda Nomor 2 Tahun 2019 tentang Perlindungan, Pembinaan, dan Penetapan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan, dan Toko Swalayan.

”Ini yang kali kedua kami kembali memberikan ketegasan kepada manajemen (SPBU). Kami juga menegaskan tidak ada tebang pilih dalam penegakan perda,” terang Ketua Komisi A DPRD Kota Batu Sudiono.

Selain anggota komisi A, ada anggota komisi C DPRD serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Batu yang turut serta dalam sidak kedua tersebut.

Dewan menilai jika sebelumnya upaya penutupan label Indomaret tersebut harus dilakukan, sembari menunggu perizinannya selesai. Meski sudah dilakukan penutupan label Indomaret, namun itu hanya berlaku sementara.

oko modern tersebut rupanya masih beroperasi dengan menyertakan label Indomaret. ”Padahal hingga saat ini izinnya masih juga belum diurus. Ya atas dasar itu kami lantas melakukan sidak kembali,” imbuhnya.

Persoalan perizinan tersebut tak jauh berbeda dengan yang terjadi di SPBU Tlekung, Kecamatan Junrejo. Dewan dan Pemkot Batu menilai jika pelaku usaha tersebut menyalahi aturan perizinan.

Di mana dalam set map bangunan yang diajukan tidak disertakan adanya pembangunan toko modern (Indomaret). Namun, pada kenyataannya itu dijadikan satu dalam draf perizinan.

”Kebanyakan mereka izinnya hanya bangun SPBU. Tapi dalam set map-nya meliputi kantor, toilet, dan toko modern. Itu tidak dirinci, ternyata yang keluar toko berlabel Indomaret. Itu kan ada izinnya sendiri,” papar Sudiono.

Sementara itu, Manajer SPBU Pandanrejo Tri Cahyono menegaskan jika Indomaret di sana dikelola oleh manajemen yang berbeda. Dalam hal ini, dirinya tidak tahu-menahu terkait perizinan tersebut.

”Manajemen Indomaret ada sendiri, kami hanya menyediakan lahan saja untuk dipakai,” kata dia. Dari hasil sidak kemarin, diketahui bila struk pembelian dari Indomaret bukan berasal dari PT yang menaunginya. Melainkan berasal dari CV bernama Rabina Al-Rahman.

Hal tersebut turut dipertanyakan petugas. Saat disinggung terkait hal tersebut, Tri Cahyono mengaku tidak tahu-menahu. ”Memang itu substansi dari mitra kami, tapi yang saya tahu ketika mengajukan kerja sama dengan SPBU kami, izinnya tertera jika itu memang Indomaret,” katanya.

Kabid Penegakan Perda Satpol PP Kota Batu Fariz Phasarela Saputra menyatakan bila seharusnya pihak manajemen SPBU mengetahui seluk beluk izin dari toko modern tersebut.

”Masak satu lingkup tidak mengetahui mitra kerjanya,” terang dia. Bila manajemen toko modern tersebut benar-benar enggan kooperatif, Fariz mengaku bila pihaknya tak akan segan untuk menghentikan pengoperasiannya.

”Kalau memang masih belum jelas, sebaiknya ditutup hingga izin yang seharusnya terpenuhi,” tegas dia.

Pewarta : Miftahul Huda
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Bayu Mulya

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.