Din Syamsudin Minta Muhammadiyah Jadi Solusi Lewat Jalan Moderat
Din Syamsudin @MalangToday.net/Humas UMM

MALANGTODAY.NET – Ormas Muhammadiyah dan gerakannya diharapkan mampu memberikan solusi umat lewat jalan-jalan moderat atau konstitusional, bukan jalan yang ditempuh oleh gerakan ekstrim. Apalagi sebagai organisasi masyarakat Islam, Muhammadiyah mendeklarasikan diri sebagai gerakan wasathiyah (moderat).

Pesan tersebut disampaikan oleh Din Syamsudin, Tokoh Muhammadiyah saat berbicara dalam Seminar Pra-Tanwir di Auditorium BAU UMM, Rabu (22/2). Din menekankan pentingnya memperteguh watak gerakan Islam moderat Muhammadiyah di tengah pergulatan ideologi-ideologi dunia.

Kata Din belakangan ini dunia tengah dihadapkan pada situasi yang oleh sebagian pengamat disebut sebagai great disruption atau gangguan besar. Terutama karena adanya kerusakan-kerusakan yang bersifat akumulatif dalam kehidupan dunia.

“Baik kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, ketidakadilan, kesenjangan, sampai kekerasan dalam segala bentuknya, termasuk juga kegoncangan cultural tsunami atau banjir budaya,” sebut Din.

Demikian juga, perang ideologi yang mengajawantah pada perang budaya adalah situasi yang niscaya terjadi, termasuk dalam internal sebuah agama. Terutama terkait dengan perbedaan pemahaman tentang adanya ajaran-ajaran beragama yang melahirkan madzhab-madzhab maupun aliran-aliran yang berbeda.

“Adalah karena kitab suci termasuk Alquran menurut saya memiliki watak ambivalen, yakni ayat-ayatnya dapat ditafsirkan. Ada ayat-ayat yang cenderung ditafsirkan dalam konteks yang positif, dan juga ada ayat-ayat yang cenderung dipahami secara negatif,” imbuh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2005-2015 ini.

Muhammadiyah akan menggelar Sidang Tanwir di Ambon, 24-26 Februari 2017 dengan dihadiri sejumlah tokoh dengan membahas berbagai tema aktual. Prof. Syafiq A. Mughni dan Prof. Dr. Masdar Hilmy akan membahas Peneguhan Identitas Muhammadiyah sebagai Gerakan Islam Moderat, selanjutnya Prof. Dr.  Munir Mulkhan, Dr. Sugiarti, M.Si, Dr. Budi Suprapto, M.Si. berbiacara tentang Muhammadiyah dan Kedaulatan Kebudayaan di Zaman Revolusi Digital.

Lanjut Din, Tanwir yang merupakan lembaga musyawarah tertinggi Persyarikatan Muhammadiyah setelah Muktamar akan mengangkat tema Kedaulatan dan Keadilan Sosial Menuju Indonesia Berkemajuan. Menyinggung pelaksanaan sidang Tanwir Muhammadiyah Din berharap, warga Muhammadiyah tetap pada pengembalian pemahaman Islam moderat yang selama ini dinilai Din sudah baik.

 

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

Balas

Please enter your comment!
Please enter your name here