JawaPos.com – Pesawat Boeing 737 Max yang kontroversial lantaran masih dianggap sebagai pesawat bermasalah setelah dua kecelakaan yang merenggut ratusan nyawa kembali menyita perhatian. Kali ini, pesawat Boeing 737 Max yang masih terus dalam pengawasan internasional itu kedapatan berganti nama ketika dijual ke maskapai penerbangan berbiaya murah atau Low Cost Carrier (LCC).

Dikutip JawaPos.com dari The Guardian, Selasa (16/7) adalah maskapai penerbangan Ryanair yang membeli Boeing 737 Max yang kemudian berubah nama saat pengiriman menjadi 737-8200 dan bukannya 737-Max. Hal tersebut terungkap dalam sebuah foto ‘before’ dan ‘after’ yang diunggah oleh Twitter pemantau penerbangan @AeorimagesChris yang diambil di luar pusat produksi Boeing di Renton, Washington, Amerika Serikat (AS).

Dalam unggahannya itu, tampak jelas Boeing 737 Max berganti nama menjadi Boeing 737-8200. Hal tersebut tampak jelas pada bagian hidung pesawat tepatnya di sisi kiri yang mencantumkan nomor pesawat. Pesawat Boeing 737 Max yang berganti nama menjadi Boeing 737-8200 yang dipesan oleh Ryanair memicu spekulasi bahwa pabrikan dan maskapai penerbangan berusaha untuk mengubah citra pesawat yang bermasalah.

Sebagaimana diketahui, pesawat Max tetap mendarat di seluruh dunia setelah dua kecelakaan di Indonesia dan Ethiopia menewaskan total 346 orang. Boeing belum meyakinkan regulator bahwa modifikasi perangkat lunak cukup untuk memastikan keamanan pesawat.

Ryanair sendiri memiliki 135 dari 737 model Max yang dipesan, lima di antaranya pertama akan dikirim pada musim gugur, setelah regulator menyatakan pesawat aman. Pesanan armada maskapai seluruhnya terdiri dari versi yang lebih besar dari Max 8, dengan 197 kursi, yang hingga saat ini disebut dalam pengumuman Ryanair resmi sebagai 737 Max 200. Baik Ryanair maupun Boeing belum mengomentari atau mengonfirmasi ihwal hal tersebut.

Dapat dipahami bahwa apa yang dilukis di pesawat adalah urusan maskapai penerbangan dan bukan produsennya. Menurut sumber yang dilaporkan di Wall Street Journal, pesawat Boeing 737 Max tidak mungkin kembali ke langit sebelum tahun 2020.

Ryanair tidak akan menjadi maskapai pertama yang menggunakan formulasi berbeda dalam merujuk pada pesawat. International Airlines Group (IAG), yang memiliki operator termasuk British Airways dan Aer Lingus, sama-sama malu-malu ketika membeli pesawat Max yang didiskon dari Boeing bulan lalu.

Banyak pengamat, di antaranya Donald Trump, presiden AS telah menyarankan Boeing untuk mengubah citra pesawat sebelum akhirnya kembali ke layanan. Trump yang aktif di Twitter pada bulan April lalu menulis seharusnya Boeing berbenah dengan melakukan rebranding.
“Jika saya adalah Boeing, saya akan Memperbaiki Boeing 737 MAX, menambahkan beberapa fitur hebat tambahan dan rebranding pesawat dengan nama baru,” demikian cuitan Trump.

Boeing mengatakan kepada wartawan di acara Paris Air Show bahwa mereka akan mempertimbangkan mengubah nama untuk membantu model tersebut kembali ke langit, “Kami tetap berpikiran terbuka untuk semua masukan dari pelanggan dan pemangku kepentingan lainnya tetapi tidak memiliki rencana saat ini untuk mengubah nama 737 Max,” demikian penjelasan pihak Boeing.

Max adalah pesawat terlaris Boeing, dengan pesanan sekitar 5.000. Investigasi terhadap kecelakaan yang melibatkan 737 Max telah menyoroti peran yang dimainkan oleh perangkat lunak anti stall pada sistem Maneuvering Characteristics Augmentation System (MCAS) yang membatalkan perintah pilot karena kedua pesawat jatuh segera setelah lepas landas. Karenanya, nasib Boeing saat ini di industri penerbangan boleh dibilang sedang krisis.

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.