KEPANJEN Kemarin (11/9) ZA, 17, korban yang juga menjadi tersangka pembunuhan terhadap salah satu begal, akhirnya dilepaskan Polres Malang. Seperti diketahui, Senin lalu (9/9) Misnan, 35, warga Desa Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi, ini ditemukan tewas di perkebunan tebu. Ada luka tusukan di dada bagian kanannya. Setelah didalami polisi, diketahuilah nama ZA yang jadi tersangkanya.

Dari penuturan ZA kepada polisi, diketahui bila dia merupakan korban pembegalan. Lantaran ingin membela diri, dia terpaksa menusuk Misnan. Dasar itulah yang membuat polisi akhirnya melepaskan dia dari tahanan.

”Kami mempertimbangkan masa depannya. Selain itu, karena alasan pembelaan diri yang dia lakukan dalam kasus tersebut,” terang Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung.

Meski tidak melakukan penahanan, ZA tetap diwajibkan lapor secara berkala ke Polres Malang di luar jam sekolahnya. Disinggung terkait bagaimana muara dari kasus tersebut, Ujung–sapaan akrabnya– menyebut Pasal 49 KUHP sebagai dasarnya. Aturan tersebut mengatur tentang kasus hukum berupa pembelaan diri.

Pihak berwenang yang memutuskannya yakni hakim. ”Bukan polisi (yang memutuskan), tugas kami hanya melakukan penyidikan dan menyiapkan berkas perbuatan materiil dalam perkara ini, sekaligus dengan alat-alat buktinya,” paparnya.

Ujung lantas menggambarkan syarat-syarat pembelaan diri. Seperti ada serangan lebih dulu kepada korban, serta proporsional antara serangan dan pembelaan diri. Artinya secara umum, yakni tidak ada pilihan lain selain dibunuh atau membunuh.

”Nah, itu nanti hakim yang akan mempertimbangkan, bisa saja tersangka ini bebas kalau hakim memutuskan bebas,” tuturnya.

Pewarta : Imron Haqiqi
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Bayu Mulya

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.