Dianggap Tak Kooperatif, Pemerintah Diminta Evaluasi Menteri Perdagangan
Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita @MalangTODAY/Istimewa

MALANGTODAY.NET – Komentar-komentar pesimis Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mendapat tanggapan serius dari Ketua Umum Forum Konstitusi dan Demokrasi (Fokdem) agar pemerintahan Jokowi mengevaluasi kinerja Mendag tersebut.

“Tidak sepantasnya menteri memberikan harapan palsu kepada masyarakat. Menteri yang seharusnya bisa menjadi kepanjangan presiden dalam memecahkan masalah malah bersikap pesimis.” Ujar Ketua Umum Fokdem Ismadani Rofiul Ulya seperti rilis yang diterima MalangTODAY, Kamis (23/02).

Seharusnya sebagai menteri perdagangan ia dapat membuat kerjasama dengan pihak pihak akademisi dan profesional untuk menanggulangi adanya kenaikan harga cabe di tiap musim penghujan. Karena sudah sejak tahun sebelumnya harga cabai selalu memgalami peningkatan di musim penghujan dan tidak menutup kemungkinan setiap tahun kenaikannya akan semakin tinggi jika pemerintah tidak mencari solusinya.

Apalagi menurut Enggartiasto harga cabai di daerah lain tidak semahal di Jawa. Di Ambon misalnya hanya Rp 55.000 karena disana curah hujan disana tidak setinggi di Jakarta, sedang di Jakarta sendiri mencapai Rp 160.000 kesenjangan ini jelaslah bahwa ia tidak bekerja dengan baik mengingat cabai rawit ini merupakan kebutuhan pokok sehari hari.

“Padahal seharusnya harga cabai rawit itu berada pada kisaran Rp 30.000 sampai Rp 55.000. Tentu hal ini harus dijadikan pembelajaran bagi pemerintah bagaimana menangani pedasnya harga cabai ini di masyarakat,” ujar Ismadani

Seperti diketahui sebelumnya Mendag menyebutkan bahwa  harga cabai akan turun seiring dengan turunnya curah hujan. Namun ia tidak tahu kapan pastinya dan mengatakan “Tanya sama Tuhan kapan hujan berhenti” (9/2/2017)

Selain itu mendag juga pernah berkomentar agar masyarakat menanam pohon cabai di depan rumah.(4/1/2017)

Komentar-komentar pesimis tersebut diyakini seharusnya tidak terlontar dari seorang menteri perdagangan. (Red)

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here