Ratusan Karyawan Freeport Mogok Kerja di PHK
Ilustrasi karyawan PT Freeport © rilis.id

MALANGTODAY.NET – Bentuk perlawanan terhadap sikap perusahaan tambang PT Freeport Indonesia sekaligus mendukung pemerintah, massa yang berjumlah seratusan yang tergabung dalam Solidaritas Peduli Bangsa Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, beraksi di Bundaran Timika Indah, Selasa (14/03).

Masa memadati bundaran Timika Indah sekitar pukul 09.00 WIT. Mereka membawa bendera Merah Putih dan beragam spanduk yang berisikan sejumlah aspirasi. Aksi yang berlangsung selama dua jam dari pukul

09.00-11.00 WIT tersebut berjalan lancar dan damai serta dikawal puluhan personil polisi dari Polres Mimika

Koordinator aksi Solidaritas Anak Bangsa, Tanzil Azharie mengatakan aksi damai tersebut merupakan bentuk dukungan kepada pemerintah dalam menyikapi situasi yang terjadi antara salah satu perusahaan tambang terkemuka di dunia yang beroperasi di Papua itu dengan pemerintah pusat.

Dalam aksi damai tersebut, para demonstran juga menyampaikan delapan poin pernyataan sikap terkait persoalan Freeport dengan pemerintah.

Dikutip dari Antara, berikut beberapa diantara poin yang dibuat demonstran untuk  PT Freeport.

1. Mendesak PT Freeport Indonesia untuk segera mengikuti peraturan dan ketentuan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia, khususnya UU No. 4 Tahun 2009 dan PP No. 1 Tahun 2017.

Tujuannya agar PT Freeport Indonesia mengalihkan kontrak karya menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) dan melakukan divestasi saham sebesar 51 persen.2.

2. Mendesak PT Freeport Indonesia untuk segera membangun pabrik pemurnian konsentrat (smelter) dan juga membayar pajak air permukaan sebesar Rp3,5 triliun kepada Pemerintah Provinsi Papua.

3. Freeport didesak memberikan perhatian yang lebih besar kepada tujuh suku yang ada di Kabupaten Mimika sebagai Pemilik Hak Ulayat. Termasuk mempertanggungjawabkan limbah tersebut yang telah menyebabkan terjadinya kerusakan lingkungan yang sangat parah.

4. Massa menuntut pertanggungjawaban Freeport atas tindakan sewenang-wenang merumahkan para karyawan bahkan mem-PHK kan secara sepihak.

5. PT Freeport diminta memprioritaskan para pekerja yang sudah di PHK atau dirumahkan untuk dipekerjakan kembali, jika operasional PT Freeport Indonesia kembali normal.

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

Balas

Please enter your comment!
Please enter your name here