Cerita Wiryawan, Si Pemilik KTP yang Diisukan Jadi Pelaku Bom
sebuah foto yang menjadi viral di media sosial menyebutkan Wiryawan sebagai pelaku bom bunuh diri Kampung Melayu @twitter/joana leticia

MALANGTODAY.NET – Terkait foto yang menyebar di media sosial dengan keterangan pelaku pemboman di Kampung Melayu, membuat Wiryawan Indra Wijaya (36) warga Kampung Ranji Tengah, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, akan menempuh jalur hukum.

Ia menjelaskan ulah oknum tak bertanggungjawab tersebut telah membuat fitnah dan menyebabkan keresahan di keluarganya.

“Keluarga tidak nyaman dengan adanya fitnah yang menyandingkan foto saya dengan foto jenazah, kemudian disebar ke media sosial oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dan atas kasus tersebut kami akan melanjutkannya ke ranah hukum,” katanya saat ditemui di rumahnya di RT 02/09 Desa/Kecamatan Kebonpedes, Kamis (25/5).

Sebelum fotonya menjadi viral melalui pesan berantai di media sosial yang dituduh menjadi terduga pelaku bom bunuh diri di Kampung Melayu, DKI Jakarta, pada Rabu, (24/5).

Pria yang akrab disapa Iwang ini pun terkejut saat dirinya tiba-tiba dijemput pihak kepolisian terkait adanya fitnah yang disebar di media sosial tentang fotonya yang mirip dengan terduga pelaku bom bunuh diri.

Namun karena tidak ada keterkaitan sama sekali akhirnya ia pun dibebaskan oleh petugas Polres Sukabumi Kota setalah menjalani beberapa jam pemeriksaan.

“Yang jelas kami dirugikan akibat ulah oknum yang memfitnah dan menyebarkan foto saya dan berharap pelakunya segera diungkap,” ucapnya.

Ia mengaku kehilangan KTP pada delapan bulan lalu, ketika bersama rekannya pulang dari Depok kemudian mengalami kecelakaan di daerah Cimande, Kabupaten Bogor.

Setelah kecelakaan itu Iwang panggilan akrabnya menitipkan sepeda motornya ke salah satu pabrik yang ada di daerah tersebut mencari tukang urut/pijit untuk mengobati lukanya.

“Saya titipkan motor di pabrik tetapi syaratnya harus menyimpan KTP,” tambahnya.

Setelah selesai dari tukang urut pria kelahiran Bekasi ini langsung pulang ke rumahnya yang ada di Sukabumi.

Setelah beberapa hari kemudian ia baru ingat kalau KTP nya ketinggalan di pabrik dan belum diambil hingga sekarang. Demikian dikutip dari Antara.(zuk)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.