KOTA MALANG – Pernah dengar istilah cerebro? Ya, cerebro merupakan sebuah perangkat komputer fiksi yang ada di Marvel Comics. Perangkat ini digunakan X-Men untuk mendeteksi manusia khususnya mutan. Scene X-Men mendeteksi mutan dengan perangkat helmnya terlihat di filmnya pada series ketiga.

Tak hanya X-Men, Puskesmas Dinoyo juga memiliki alat serupa yakni LIS (Laboratory Information System) Cerebro yang digunakan untuk mendeketksi keberadaan manusia pula yakni pasiennya. Fitur Laboraturium Puskesmas Dinoyo ini dikembangkan dengan aplikasi google maps dan Meses Jamur (SMS Panjang Umur) untuk mendeteksi keberadaan pasien.

Mess Jamur sendiri merupakan fitur yang digunakan Laboraturium Puskesmas Dinoyo untuk mengirim SMS pengingat medical check up rutin secara otomatis. Data yang ada di Meses Jamur disinkronasi ke dalam Lis Cerebro untuk mendeteksi tempat tinggal pasien.

Koordinator Laboraturium Puskesmas Dinoyo, Budi Ari Bowo, Amd.Ak mencontohkan pada pasien HIV. Kebetulan Puskesmas Dinoyo merupakan satu-satunya puskesmas yang melayani cek laboraturium HIV. Dengan cerebro, Puskesmas Dinoyo dapat mengetahui titik koordinat pasien yang ditampilkan pada layar google maps.

“Setiap bulan ada kurang lebih 3-5 pasien baru. Kami memantaunya dari website Lis Cerebro, jika mereka sampai telat cek atau ambil obat, maka kita akan datangi langsung tempat tinggalnya. Kaena kan HIV kalau telat obatnya bahaya,” terang Budi.

Dari data terakhir Puskesmas Dinoyo, ada 122 pasien HIV pada bulan April 2019. Sebanyak 80 persen pengidapnya adalah mahasiswa. Memang, Puskesmas Dinoyo merupakan Puskesmas yang dekat dengan kawasan kampus. Yakni wilayah Kelurahan Dinoyo, Merjosari, Tlogomas, Sumbersari, dan Ketawanggede.

Kedepan website ini akan dikembangkan menjadi aplikasi yang terinstal di masing-masing gadget pasien, sehingga saat pindah kos atau rumah tetap terdeteksi. Website ini tak hanya bisa digunakan untuk pasien HIV saja, namun diabetes, hipertensi, dan lain-lain juga bisa.

Tujuannya untuk memetakan penyakit dominan dalam suatu daerah untuk membantu menentukan program baru puskesmas. Inovasi ini selain didukung oleh Kepala Puskesmas Dinoyo, dr. Rina Istarowati, juga mendapat dukungan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Malang.

“Tanggal 25 Juli 2019 kami ajukan lagi ke INDOHCF Innovation Award 201. Ya semoga ini masuk kategori terbaik pertama inovasi e-health. Kalau yang Meses Jamur kan sudah dapat tahun 2017 terbaik ke 5,” tukas dia.

Pewarta: Rida Ayu
Penyunting: Kholid Amrullah
Foti: Rida Ayu

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.