Celup Tinta Ungu Setelah Nyoblos, Bikin Orang Jerman Ini Terkesan
Tinta Pemilu @MalangTODAY/Istimewa

MALANGTODAY.NET – Sebanyak 100 warga negara asing (WNA) yang salah satunya berasal dari Jerman, ikut menyemarakkan Pilkada serempak di Indonesia yang berlangsung hari Rabu, 15 Februari 2017.

Seratus orang warga asing tersebut ditugasi oleh Bawaslu sebagai pemantau jalannya Pilkada 2017, seperti dilansir dari Tempo.co
 
Dari seluruh rangkaian proses pemilihan umum yang diterapkan di Indonesia, penggunaan tinta ungu untuk mencelupkan jari, sebagai tanda bukti kalau pemilih sudah menggunakan hak pilihnya tersebut, ternyata menarik perhatian seorang pemantau berkewarganegaraan Jerman, Anton Lecher.
 
“Saya terkesan dengan penggunaan tinta dalam pemilu disini, untuk menandakan warga yang sudah menyalurkan suara mereka,” kata Anton Lecher di Kantor Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Jakarta, Rabu, 15 Februari 2017, dikutip dari sumber yang sama.
 
Anton Lecher menjadi salah seorang pemantau dalam Pilkada Serentak 2017. Lecher merupakan seorang Mahasiwa dari Frankfurt University.
 
 “Ada beberapa perbedaan antara pemilu di Indonesia dan di Jerman, di Jerman lebih banyak menggunakan perlengkapan elektronik,” katanya
 
Anton mengaku baru lulus dari Sekolah Menengah Atas (SMA) tahun lalu, dan mennggunakan kesempatan sebelum memulai perkuliahan dengan mengunjungi berbagai tempat di dunia.
 
 “Sebelumnya saya juga mengunjungi Nepal untuk ikut dalam program Development Aid di sana, program pemulihan pasca gempa disana.”
 
Anton datang ke Indonesia pada akhir Januari lalu setelah mengajukan permohonan magang di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Indonesia.
 
 “Saya lalu melakukan wawancara dengan Muhammad, Ketua Bawaslu, sehingga bisa berkesempatan magang disini,” katanya.
 
‪Penggunaan tinta berwarna ungu telah sesuai dengan persyaratan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) No. 32 tahun 2008 tentang spesifikasi warna tinta pemilu, ungkap Agustini dkk, dilansir dari forda-mof.org‬

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

Balas

Please enter your comment!
Please enter your name here