Catatan Panjang Perayaan Imlek Bagi Warga Indonesia
Ilustrasi Perayaan Imlek (Istimewa)

MALANGTODAY.NET – Akhir pekan ini tentu menjadi hari yang sangat membahagiakan bagi warga Indonesia yang merayakan Imlek. Karena dalam catatan sejarah, tentu kita tahu, bahwa hari besar yang dirayakan oleh masyarakat Tionghoa ini sempat dilarang dirayakan dihadapan publik dalan rezim orde baru. Hingga akhirnya, presiden ke empat Indonesia, Abdurrahman Wahid kembali memberi kebebasan tersebut pada dekade 2000.

Dilansir dari berbagai sumber, presiden yang akrab disapa Gus Dur itu mencabut Inpres Nomor 14/1967, Kemudian menindaklanjutinya dengan mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 19/2001 tertanggal 9 April 2001 yang meresmikan Imlek sebagai hari libur fakultatif (hanya berlaku bagi mereka yang merayakannya).

Tak hanya berhenti di situ, pada tahun 2002, Imlek pun resmi dinyatakan sebagai salah satu hari libur nasional oleh Presiden Megawati Soekarnoputri mulai tahun 2003. Bahkan saat ini, perayaan yang erat dengan warna ceria seperti merah dan warna emas itu pun banyak ditunggu oleh masyarakat secara global, bahkan turis. Karena tak jarang, dalam perayaan itu telah dihadirkan banyak pertunjukan hingga kesenian yang kental akan budaya khas Tionghoa.

Seperti yang dilakukan di Klenteng Eng An Kiong Malang salah satunya, dengan serangkaian pementasan Wayang Potehi. Selain itu, perayaan Cap Gomeh juga akan menjadi satu perayaan yang ditunggu-tunggu setiap tahunnya.

Perlu diketahui, lerayaan ini juga berkaitan erat dengan pesta perayaan datangnya musim semi. Perayaan imlek dimulai pada tanggal 30 bulan ke-12 dan berakhir pada tanggal 15 bulan pertama atau yang lebih dikenal dengan istilah Cap Go Meh.

Sementara perayaan Imlek itu sendiri meliputi sembahyang Imlek, sembahyang kepada Sang Pencipta atau Thian (Thian=Tuhan dalam Bahasa Mandarin), dan perayaan Cap Go Meh. Tujuan dari sembahyang Imlek adalah sebagai bentuk pengucapan syukur, doa dan harapan agar di tahun depan mendapat rezeki yang lebih banyak, untuk menjamu leluhur, dan sebagai media silaturahmi dengan keluarga dan kerabat.

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.