Ada Calegnya Cabuli Anak Kandung, Ini Sikap ‘Sangar’ PKS!
Ilustrasi pencabulan anak @UCSB Department of Sociology

MALANGTODAY.NET – Kabar calon legislatif (caleg) dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang dilaporkan ke kepolisian lantaran dugaan pencabulan terhadap anak kandungnya sendiri marak dibicarakan. Kejadian ini terjadi di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatra Barat. Pihak partai sendiri sudah menegaskan sikapnya untuk menghapus caleg itu dari daftar calon tetap (DCT).

Dilansir dari DetikNews, Rabu (13/3/2019), PKS mengaku akan berkoordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk mencoret yang bersangkutan. Pernyataan ini disampaikan oleh anggota Advokasi Hukum DPP partai, Zainuddin Paru.

“PKS melalui DPD/DPW Sumbar akan sampaikan surat resmi ke KPU. Minta caleg tersebut dicoret dari DCT. Dan terhadap pelaku, jika terbukti harus diproses hukum dan dihukum dengan hukuman yang berat,” terang Zainuddin.

Tak hanya itu, Zainuddin meminta DPW Sumatra Barat untuk melakukan investigasi terkait kasus ini. pihaknya meminta laporan secara lengkap mengenai tindakan asusila yang diduga dilakukan oleh caleg itu. Sejauh yang diketahui, caleg yang bersangkutan adalah calon dari kalangan eksternal, bukan kader binaan partai.

“Yang kami ketahui pelaku adalah calon eksternal. Pelaku bukanlah kader binaan PKS yang dibimbing sesuai dengan sistem pengkaderan yang belaku di internal PKS. Ini sebagai wujud komitmen PKS partai terbuka menampung semua potensi ditengah masyarakat,” tutur Zainuddin.

Sementara itu, kepolisian setempat membenarkan telah menerima laporan terkait caleg yang melakukan pencabulan terhadap anak kandungnya sendiri. Pria berinisial AH itu mencabuli CA sejak usianya masih 17 tahun. Namun yang bersangkutan kabarnya telah melarikan diri ke Jakarta.

“Kebetulan lagi nyaleg dia, caleg PKS. Baru dilaporkan dan masih kami lakukan penyelidikan,” kata Kapolres Pasaman Barat AKBP Iman Pribadi Santoso. (sig)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.