KOTA BATU – Portal penghalang kendaraan besar yang sering ditabrak di jalan tembus jurang Klemuk jalur Pujon-Batu ternyata bukan tanpa sebab. Penabrak portal pertama kali pada 9 September sempat berbincang dengan Bambang Dimas Wiwosetyo salah satu tetua warga Jl. Rajekwesi Desa Pandesari Kecamatan Pujon Kabupaten Malang.

“Ngaku ke saya namanya Angga, orang Surabaya habis memborong panenan kubis dari Pujon. Dia menggunakan pikap L300 saat itu,” cerita pria yang akrab disapabah Wo itu.

Ia menambahkan, sesaat sebelum menabrak portal, Angga mengaku melihat jalur di Jalan Trunojoyo ditutup dan Jalan Arumdalu nampak ramai serta masih bisa dilewati. Ketika mengambil jalur Jurang Klemuk, Angga baru tersadar kubis miliknya menabrak portal penghalang.

Ramainya di kawasan Jalur Rajek Wesi menurut tidak membuat Mbah Wo kaget. Menurutnya, Jurang Klemuk juga dikenal sebagai ‘pasar lelembut’ sehingga bagi yang sudah biasa melewati kawasan tersebut selalu mengklakson 3 kali sebagai bentuk penghormatan pada penjaga Jalur Klemuk.

“Yang kami khawatirkan portal itu berdiri di pintu keluar masuk pasar lelembut itu,” jelas Mbah Wo.

Ia menambahkan, dirinya akan mengadakan ritual dengan beberapa tetua untuk melakukan selamatan pendirian portal penghalang tersebut.

“Kalau ternyata memang portal itu tepat berdiri di gerbang pasar lelembut, maka kami akan mencoba meminta Dishub untuk menggeser sedikit letak portal,” tukas Mbah Wo.

Pewarta : Choirul Anwar
Foto : Choirul Anwar
Penyunting: Fia

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.