Berikut Batas Maksimal Defisit APBD dan Pinjaman Daerah Tahun 2018
Ilustrasi uang @MalangTODAY/Istimewa

MALANGTODAY.NET – Total utang pemerintah pusat per akhir Januari 2017 tercatat mencapai Rp 3.549,17 triliun. Sebagian besar utang pemerintah adalah dalam bentuk surat utang atau Surat Berharga Negara (SBN).

Sementara itu pinjaman baik bilateral maupun multilateral tercatat Rp 733,46 triliun, naik sedikit dari 2016 Rp 733,13 triliun.

Dalam sebulan utang ini naik Rp 82,21 triliun, dibandingkan jumlah di Desember 2016 yang sebesar Rp 3.466,96 triiun.

Pada Desember 2016, nilai penerbitan SBN sebesar Rp 2.733,83 triliun. Nilai ini naik  pada Januari 2017 yang mencapai Rp 2.815,71 triliun.

Dalam denominasi dolar Amerika Serikat jumlah utang pemerintah pusat di awal tahun ini adalah US$ 265,99 miliar, naik dari posisi akhir 2016 yang sebesar US$ 258,04 miliar.

Dikutip dari detik, berikut perkembangan utang pemerintah pusat dan rasionya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sejak tahun 2000 .

2000: Rp 1.234,28 triliun (89%)
2001: Rp 1.273,18 triliun (77%)
2002: Rp 1.225,15 triliun (67%)
2003: Rp 1.232,5 triliun (61%)
2004: Rp 1.299,5 triliun (57%)
2005: Rp 1.313,5 triliun (47%)
2006: Rp 1.302,16 triliun (39%)
2007: Rp 1.389,41 triliun (35%)
2008: Rp 1.636,74 triliun (33%)
2009: Rp 1.590,66 triliun (28%)
2010: Rp 1.676,15 triliun (26%)
2011: Rp 1.803,49 triliun (25%)
2012: Rp 1.975,42 triliun (27,3%)
2013: Rp 2.371,39 triliun (28,7%)
2014: Rp 2.604,93 triliun (25,9%)
2015: Rp 3.098,64 triliun (26,8%)
2016: Rp 3.466,96 triliun (27,9%)

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here