Merak merupakan jenis burung yang terkenal dengan keindahan bulunya hingga mampu membuat siapapun terpana. Warna bulunya yang cerah menarik perhatian setiap mata yang meliriknya. Ekornya yang sangat panjang berhiaskan pola mata yang indah selalu menarik untuk dilihat, apalagi ketika sedang dikembangkan penuh di atas kepalanya. Sungguh suatu ciptaan Tuhan yang luar biasa.

Ternyata merak berasal dari famili yang sama dengan ayam dan juga ada beberapa fakta menarik tentang merak. Berikut fakta-fakta menarik tersebut :

  1. Terdapat 3 jenis burung merak di dunia

Kata merak  atau dalam bahasa inggris disebut dengan peafowl atau peacock merujuk pada 3 jenis burung berukuran besar dari 2 genus, yaitu Pavo dan Afropavo. Genus Pavo terdiri atas 2 spesies merak, yaitu Merak Hijau (Pavo musticus) yang tersebar di seluruh dataran Indochina, Semenanjung Malaya dan kedua ujung timur Pulau Jawa, serta Merak Biru (Pavo cristatus) yang hanya ada di India dan Srilanka. Sementara itu, genus Afropavo hanya terdiri dari satu spesies, yaitu Merak Kongo (Afropavo congoensis) yang merupakan endemik negara Kongo, Afrika Barat.

2. Merak merupakan saudara dekat ayam domestik

Ketiga jenis merak termasuk dalam famili Galliformes, yang berisi berbagai unggas penghuni tanah termasuk ayam, kalkun, kuau, sempidan, dan lain-lain. Ciri khas dari famili ini adalah kebiasaannya mencari makan di tanah, kaki yang kuat untuk mengais lantai hutan, pola terbang yang berat dan jarang, serta suara yang khas pada masing-masing spesies. Semua ciri ini dapat ditemukan di tubuh merak, sehingga burung ini dimasukan dalam famili yang sama dengan ayam domestik.

3. Merak Kongo adalah satu-satunya merak di Afrika

Merak Kongo baru dijumpai di awal abad ke-19 dan dideskripsikan sebagai merak jenis baru dari genus yang berbeda. Tidak seperti kedua saudaranya yang berada di Asia, merak Kongo tidak memiliki ekor yang memanjang, baik jantan dan betina, sehingga dianggap sebagai bentuk primitif dari burung merak di masa lampau. Ciri merak modern yang masih melekat di burung ini adalah pola mata (ocelli) di ekornya yang kehijauan, muka yang tidak tertutup bulu, serta warna biru gelap yang indah di bagian leher hingga dada bagian bawah.

daftar-merah-satwa-dalam-standar-tingkat-keterancaman-satwa-liar-di-dunia

4. Perbedaan merak hijau dan merak biru

Sekilas keduanya memang tampak mirip, namun sebenarnya sangat berbeda baik dari segi wilayah persebaran maupun segi morfologisnya. Merak biru atau merak India jantan memiliki bulu biru gelap yang mendominasi leher hingga dada bagian bawah dan punggung hitam bergaris putih tebal, sementara betinanya berwarna coklat dengan sedikit aksen hijau di leher dan dada. Sementara itu, merak hijau jantan dan betina sama-sama memiliki bulu hijau tembaga berpola sisik di leher hingga dada, dengan punggung coklat bergaris samar, serta ‘jambul’ yang lebih mencolok daripada merak biru.

5. Merak putih adalah merak biru dengan kelainan genetis

Anda mungkin sering melihat merak berwarna putih di kebun binatang. Sebenarnya merak putih bukanlah jenis merak yang berbeda, melainkan merak biru yang memiliki kelainan genetis. Kelainan gen ini bisa leukisme (terjadi karena pigmen tubuh sangat sedikit sehingga berwarna lebih pucat dari normal) atau albinisme (pigmen tubuh hilang sama sekali, ditandai dengan warna merah di mata. Di alam jarang terdapat merak yang benar-benar berwarna putih, dan merak putih di kebun binatang merupakan hasil perkawinan selektif yang ketat untuk menghasilkan pola warna yang unik.

6. Merak dalam karya seni manusia

Karena kharismanya yang unik, burung ini selalu abadi dalam berbagai karya seni di seluruh dunia. Gambar-gambar merak bisa kita jumpai di dalam porselain Tiongkok, topeng Reog Ponorogo, hingga berbagai karya lukis klasik di masa Renaisans Eropa. Di India, burung ini dipercaya sebagai tunggangan Ganesha, dewa kemakmuran dan ilmu pengetahuan di mitologi Hindu. Salah seorang sastrawan genius Indonesia, W.S. Rendra pun disebut sebagai ‘sang buruk merak’ karena keanggunannya dalam merangkai kata, persis seperti keanggunan merak di tengah hutan.

7. Bulu merak membuatnya sering diburu oleh manusia

Seperti hewan eksotik lain, kecantikan burung merak justru menjadi kelemahan utamanya. Bulunya yang cantik membuat banyak orang memburunya untuk dijadikan hiasan, ornamen seni, hewan peliharaan hingga ritual-ritual tertentu. Misalnya saja di Jawa Timur, bulu merak digunakan sebagai hiasan topeng Reog Ponorogo, yang tentunya membutuhkan seekor merak untuk diambil bulunya. Hal ini sangat miris, mengingat populasi burung ini menjadi semakin langka akibat perburuan dan perusakan habitat.

8. Merak hijau adalah hewan langka yang dilindungi

Berbeda dengan saudara dekatnya dari India yang umum dijumpai di habitatnya, merak hijau merupakan burung langka yang sudah sulit ditemui di sebagian besar wilayah persebarannya. Burung ini termasuk dalam kategori terancam punah (Edangered) menurut IUCN karena populasi yang menurun secara cepat dan hilangnya spesies ini disebagian besar habitatnya di masa lampau. Keterancaman ini terjadi akibat berbagai hal, seperti perburuan, perubahan habitat, dan lain-lain.

Di Indonesia sendiri, merak hijau hanya bisa ditemukan di beberapa titik yang terisolasi satu sama lain. Salah satu tempat yang umum dihuni oleh burung ini diantaranya adalah Taman Nasional Ujung Kulon di ujung barat dan Taman Nasional Baluran, Taman Nasional Alas Purwo serta Taman Nasional Meru Betiri di ujung timur. Beberapa fragmen populasi mungkin tersebar di beberapa wilayah terpencil di Jawa Tengah, seperti di Ungaran, Semarang, namun mereka sangat sulit untuk dijumpai.

 

Berikan tanggapan Anda