PAKISAJI – PT Pembangkit Jawa Bali (PJB) UP Brantas tahun ini genap berusia 24 tahun. Sejumlah langkah optimalisasi terus mereka lakukan. Tidak hanya menjaga stabilitas mesin di musim kemarau, beberapa terobosan juga sudah disiapkan mereka.

Salah satunya yakni berencana menerapkan teknologi operasional jarak jauh mesin produksi listrik di lima kabupaten yang masuk wilayahnya.

Selain Kabupaten Malang, empat daerah lain yang bakal disentuh teknologi itu ialah Kabupaten Blitar, Tulungagung, Madiun, dan Ponorogo.

”Total produksi listrik PJB UP Brantas mencapai 250 megawatt, untuk Bendungan Sutami sendiri menyumbang sekitar 105 megawatt,” ungkap GM PT PJB UP Brantas Wasito kepada Jawa Pos Radar Kanjuruhan kemarin (16/10).

”Hanya, selama kemarau, produksi Bendungan Sutami berkurang banyak karena kami bergantung pada suplai air bendungan. Namun tidak sampai mengganggu karena semua pembangkit saling mensubsidi,” terang Wasito.

Pewarta : Hay
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Bayu Mulya

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.