MALANGTODAY.NET- Baru-baru  ini nama Buni Yani santer dibicarakan terkait kasus video Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Kepulauan Seribu yang berbuntut panjang dan mengakibatkan demo di berbagai daerah.

Buni Yan pengunggah video tersebut telah mengakui bahwa dirinya bersalah dengan menghilangkan kata ‘pakai’ pada video Ahok yang ia sebar ke sosial media tersebut.

Kini kasus Buni Yani yang dilaporkan oleh relawan Ahok dan Djarot (Komunitas Advokat Muda Ahok-Djarot (Kotak Adja) sedang dalam penyelidikan Polda Metro Jaya.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar menyebut bahwa Buni Yani berpotensi menjadi tersangka. Karena dia menyebarluaskan di jejaring sosial Facebook, lalu menjadi viral dan itu kemudian menjadi kemarahan publik.

“Kami mau lihat ada pelanggaran hukum atau tidak,” tutur Boy.

Dilansir dari cnnindonesia,  mantan wartawan itu dalam sebuah acara di TV nasional mengatakan bahwa dirinya memang mengakui bahwa salah transkrip ucapan Ahok. Beralasan tak menggunakan earphone, dia tak mendengar kata ‘pakai’.

Untuk diketahui, video yang diunggahnya di Facebook bertuliskan caption kalimat “dibohongi Surat Almaidah”, padahal di versi utuhnya Ahok saat itu menyebut “dibohongi pakai Surat Al Maidah.”

Kini di internet pun muncul petisi yang meminta agar Buni Yani diproses hukum. Ia dinilai menjadi dalang dibalik kemarahan umat Islam karena mengedit transkrip ucapan Ahok soal Surat Al Maidah ayat 51.

Berikan tanggapan Anda