KOTA MALANG – Narapidana kasus terorisme yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wanita Klas II A Sukun Malang dipastikan tidak mendapat remisi spesial Hari Ulang Tahun RI ke-74. Padahal 1000 lebih napi lain termasuk yang berada di lapas Malang termasuk napi laki-laki penghuni Lapas Klas I Lowokwaru memperoleh remisi.

Pasalnya, khusus untuk napi terorisme pemberian remisi tidak serta merta bisa diberikan. Ia harus disertai dengan surat pernyataan setia terhadap NKRI, sedang dua napi itu belum melengkapi syarat-syarat yang dibebankan tersebut.

Dua narapidana kasus terosisme yang ada di Lapas Sukun tersebut yakni Tini Susanti Kaduku dan Agustiningsih alias Nining. Tini, wanita yang dihukum dua tahun penjara itu adalah istri teroris Poso, Ali Kalora sedangkan Nining adalah napi terorisme pemberi biaya dua orang pendukung Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) untuk bisa berangkat ke Suriah.

“Tini dihukum lima tahun di Lapas dan telah menjalani dua tahun hukuman,” tukas Kepala Lapas Wanita Klas II Sukun Malang, Ika Yusanti, usai pemberian remisi kepada para napi penghuni Lapas Sukun kemarin, (17/8).

Selama ditahan, penjagaan ketat dikatakan Ika diberikan kepada kedua narapidana tersebut. “Ada penanganan dan perhatian khusus untuk dua napi itu. Ada sel khusus tersendiri,” terang Ika.

Mereka berdua dipisahkan di dalam penjara. Tini diberikan pengamanan yang relatif lebih minimum. Nining ? justru sebaliknya. Menurut Ika, Tini mau bertukar pendapat dan berbaur bersama napi lain, sedang Nining masih butuh pendampingan.

Pewarta: Elfran Vido
Foto: Elfran Vido
Penyunting: Fia

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.