KEPANJEN – Gadis berusia 11 tahun itu sebut saja Mawar. Di usianya yang masih belia, masa depan Mawar yang seharusnya cerah harus dikotori dan dihancurkan begitu saja oleh RF (18), AZ (22), AA (17)  SW (18), EM, (16), dan MA, (16). Perbuatan bejat keenam remaja asal Dusun Gunung Kunci, Desa Jabung, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang ini dilakukan dengan sadar dan tanpa pengaruh obat-obatan tertentu jenis apapun.

Keenam remaja terduga tersangka itu kini harus mendekam di penjara di bawah naungan Unit Perlingdungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskim Polres Malang usai ditangkap pada Rabu, (17/7) lalu.

Awal mula adanya dugaan pemerkosaan dan pencabulan oleh enam remaja asal Kabupaten Malang ini dijelaskan secara gamblang oleh Kepala Unit Perlingdungan Perempuan dan Anak (Kanit PPA) Polres Malang, Ipda Yulistiana Sri Iriana.

Yulis menjelaskan kasus ini bermula ketika RF, berkenalan dengan Mawar lewat media sosial facebook. Usai kenalan, keduanya pun bertemu pada Selasa, (16/7). “Sama tersangka dibawa kerumah neneknya, nah di sana gadis ini disetubuhi,” sebut Yulis.

Wanita berjilbab ini juga menjelaskan, usai disetubuhi oleh tersangka RF, Mawar lalu dibawa menuju sebuah warung. Di sana, RF bertemu dengan 5 kawannya yang lain. “Di warung itu ya tersangka lain itu, kemudian diberi kode, dia dibawa kelimanya juga namun pas diajak berhubungan, dia nggak mau, akhirnya cuma dicabuli,” paparnya.

Tiga lokasi disebut Yulis jadi saksi pencabulan Mawar oleh pemuda lain selain persetubuhannya oleh RF.

Seusai pulang kerumah, barulah mawar bercerita kepada ibunya. Shock mendengar cerita anaknya sendiri, ibu Mawar pun langsung melapor ke Polres Malang. Keenam tersangka yang masih remaja itu pun ditangkap usai penyelidikan.

Keenamnya ditangkap di rumahnya masing-masing. Untuk hukuman, diantara tersangka ini ada yang masih belia. “Tentu hukumannya nantinya berbeda beda bila sudah ditetapkan di pengadilan, ancaman hukuman anak-anak ini kan setengah dari dewasa,” tutup Yulis.

Keenamnya remaja ini pun dijerat dengan Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Sementara itu, Mawar hingga kini masih harus mengikuti program trauma healing oleh UPPA Polres Malang.

Pewarta: Elfran Vido
Ilustrasi: dok JPRM
Penyunting: Fia

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.