KOTA BATU – Track di etape kedua Tour d’Indonesia 2019 di Kota Batu dianggap sebagai jalur yang sangat menguji nyali para peserta. Hal ini dikarenakan jalur yang memiliki jarak 157,7 kilometer dari Kota Madiun menuju Kota Batu tersebut banyak didominasi oleh tikungan tajam.

“Wilayah Pujon yang menegangkan sekali. Di sana ada dua tanjakan dan tiga turunan yang cukup curam,” ucap Juara Pertama TDI etape kedua Meijers Jeroen dari Taiyuan Miogee Cycling Team asal China. Ia menerangkan dirinya harus memiliki konsentrasi penuh ketika dikawasan Pujon terdapat beberapa turunan yang disambut dengan tikungan tajam.

“Baru tahu kalau namanya Pujon. Tadi sempat tanya-tanya sama panitianya,” imbuhnya.

Hal ini dibenarkan oleh Raileanu Cristian dari Team Sapura Cycling asal Malaysia. Ia mengungkapkan beberapa kali hampir terpeleset akibat pasir di tikungan ada di kawasan Pujon. “Untung remnya berfungsi dengan baik. Jadi tidak sampai terjatuh,” terangnya. Walaupun begitu, Cristian tidak menampik bahwa keindahan pemandangan pada setiap track sangat memanjakan mata sehingga dirinya merasa bisa menyatu dengan alam.

Berbeda dengan Lebas Thomas dari Kinan Cycling Team asal Jepang. Ia mengaku cukup bersahabat dengan track ekstrim di kawasan Pujon karena di track semacam itu juga ada beberapa titik di Jepang. Thomas malah mengeluh atas cepatnya perubahan suhu antar daerah sehingga dirinya cukup terganggu dengan hal tersebut.

“Waktu di Pujon tadi suhunya masih sejuk. Namun ketika mulai memasuki Kota Batu keringat semakin mengucur deras akibat panasnya suhu sehingga membuat kayuhan sepeda menjadi tidak maksimal,” pungkasnya.

Pewarta : Choirul Anwar
Foto : Choirul Anwar
Penyunting: Fia

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.