Berjasa Bebaskan Sandera di Papua, 58 Prajurit TNI Naik Pangkat
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo saat menyalami prajurit yang berhasil membebaskan warga yang disandera Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)@Tribunnews

MALANGTODAY.NET– Sebagai bentuk penghargaan terhadap keberhasilan operasi pembebasan sandera yang dilakukan oleh 57 orang prajurit TNI, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memberikan penghargaan berupa kenaikan pangkat luar biasa.

Kenaikan pangkat luar biasa itu berdasarkan Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/920/XI/2017 tentang penetapan kenaikan pangkat luar biasa Operasi Militer Selain Perang.

Dilangsir dari laman metrotvnews, rincian ke-57 prajurit TNI, yakni yakni 4 orang berpangkat Sersan Satu (Sertu), 5 orang berpangkat Sersan Dua (Serda), 11 orang berpangkat Prajurit Kepala (Praka) dan 38 orang berpangkat Prajurit Satu (Pratu).

Jenderal Gatot menjelaskan, awalnya ada 62 prajurit TNI yang mendapatkan kenaikan pangkat namun ada 5 perwira yang menolak. Mereka beralasan keberhasilan dari operasi tersebut karena hasil kerja keras dari anggotanya.

“Seharusnya ada lima perwira yang juga menerima penghargaan kenaikan pangkat, namun mereka menolak dengan alasan keberhasilan ini merupakan kerja keras anggotanya,” kata Gatot, seusai menyerahkan langsung kenaikan pangkat dalam upacara yang digelar di Kampung Utikini, Minggu (19/11).

Jenderal Gatot menambahkan terkait dengan upaya pengejaran pihaknya akan menyerahkan sepenuhnya kepada kepolisian. “Tugas anggota saya hanya membebaskan warga diisolasi dan mengamankan lokasi, selebihnya itu dari kepolisian nanti,”tambahnya.

Sebelumnya, 58 orang prajurit TNI berhasil menyelamatkan 347 warga yang sebelumnya teriolasi di Kampung Kimbely dan Banti, Kecamatan Temabagapura, Kabupaten Mimika, Papua oleh kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang menguasai daerah tersebut, Jumat (17/11) lalu. (end)