Baru Beberapa Jam Jadi Menristek, Bambang Brodjonegoro Sudah Sodorkan Konsep Kerja - JPNN.com

Presiden Joko Widodo memperkenalkan Menristek dan Kepala Bidang Inovasi Bambang Brodjonegoro di Veranda Depan Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (/23/10). Foto : Ricardo

jpnn.com, JAKARTA – Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro telah resmi dilantik menjadi Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) periode 2019-2024. Baru beberapa jam menyandang jabatan tersebut, Bambang langsung menyodorkan konsep kerja.

Dia mengungkapkan, Kemenristek akan melaksanakan dua agenda penting. Pertama, menyinergikan beberapa program pendidikan tinggi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Sedangkan yang kedua adalah mendirikan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sesuai amanat Undang-undang Sisnas Iptek.

“Presiden RI Joko Widodo dalam arahannya menyatakan bahwa beliau tidak ingin kegiatan penelitian pengembangan pengkajian dan penerapan (Litbangjirap) di setiap lembaga, mempunyai kecenderungan melakukan kegiatan sendiri–sendiri,” beber Bambang dalam acara sertijab di Gedung D Kemenristekdikti, Rabu (23/10).

Pernyataan Bambang ini menimbulkan decak kagum para undangan yang hadir. Mereka menilai, mantan kepala Bappenas tersebut sudah siap kerja karena datang dengan membawa konsep.

Lebih lanjut dikatakan Bambang, penelitian dan pengembangan yang dilakukan sendiri-sendiri akan membuat anggaran riset kecil serta tidak efektif. Sebab, akan terbagi lebih sedikit bagi setiap peneliti.

“Karena ada keterbatasan anggaran, akhirnya kualitas penelitiannya menjadi terbatas, bukan karena kualitas penelitinya atau researcher (peneliti) nya tapi lebih karena dana yang memang terbatas harus dibagi dalam jumlah besar,” ungkapnya.

Dalam program 100 hari, Bambang mengatakan akan fokus program, struktur dan imlementasi BRIN, serta menyinergikan program-program pendidikan tinggi dengan Kemendikbud.

“Nanti saya harus bertemu Pak Nadiem (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan), bicara bagaimana transisi yang terbaik, karena saya juga tidak mau waktu terbuang percuma dengan kesibukan urusan administratif birokrasi. Saya ingin semua orang bekerja keras (double gardan) untuk menyelesaikan homeworks bersama-sama,” bebernya.

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.