Bareskrim Temukan Pupuk Bersubsidi di Pasaran Tak Sesuai Komposisi
Ilustrasi Pupuk Bersubsidi (ist)

MALANGTODAY.NET – Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri menemukan indikasi pupuk bersubsidi yang dijual di pasaran diduga kandungannya tidak sesuai komposisi. Pupuk bersubsidi oplosan tersebut terungkap saat Bareskrim melakukan uji laboratorium di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur beberapa waktu lalu.

Kepala BPTP Jatim Badan Litbang Pertanian Kementan, Chendy Tafakresnanto mengatakan bahwa uji laboratorium itu dilakukan setelah Bareskrim mencurigai sejumlah pupuk yang dijual di agen atau kios. Bareskrim kemudian meminta BPTP untuk menguji kandungan pupuk tersebut.

“Sekitar 2-3 minggu lalu, Bareskrim mengirimkan surat ke BPPT dan meminta kami mengecek komposisi pupuk yang umumnya dijual di kios,” katanya kepada wartawan, Selasa (7/11).

Menurut Chendy pupuk bersubsidi yang diuji di BPTP yakni pupuk Phonska dan Petroganik di wilayah Jawa Timur. Hasilnya, kandungan pupuk yang diuji itu tidak sesuai dengan yang tertera di label.

“Kita sudah cek, ternyata ada salah satu kandungan menurun tidak sesuai komposisi. Ada pengurangan komposisi,”ungkapnya.

Ia menjelaskan pupuk itu diuji untuk mengetahui keaslian kandungan, apakah sesuai dengan peraturan dan persis seperti di label kemasan atau tidak. Biasanya, pada label kemasan pupuk baik bersubsidi maupun tidak, selalu mencantumkan komposisi kandungan diantaranya Nitrogen (N) 15 persen, P2O5 (Fosfat) 15 persen dan K2O (Kalium) 15 persen.

Namun, meskipun ada pengurangan kandungan pupuk bersubsidi, BPTP menyerahkan sepenuhnya ke Bareskrim. “Apakah pupuk itu palsu, bohong atau apa, itu bukan kewenangan kami,” paparnya.

Temuan ini, tambah Chendy, akan berdampak pada hasil pertanian. Selain membuat hasil pertanian tidak optimal, juga berimbas pada tim peneliti yang sebelumnya melakukan riset dan memberikan rekomendasi pemupukan, tapi setelah dicek komposisinya berbeda tidak sesuai anjuran.

“Kami peneliti, memberikan rekomendasi, tapi hasilnya tidak optimal, kan malu,” keluhnya.

Dia menduga bahwa ada permainan pupuk yang dilakukan agen pupuk di Jatim yang bekerjasama dengan pihak lain dan sengaja ingin menjatuhkan pertanian. ” Jika itu berlanjut, kasihan petani,hasilnya tidak sesuai harapan,” pungkasnya. (Dik/end)

Loading...