merdeka.com

Dilansir dari merdeka.com, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil awal pekan lalu menyebut kawasan Gedebage menjadi salah satu daerah yang sudah tidak dihinggapi banjir. Penggunaan tol air diklaim dapat mengatasi masalah banjir di timur Kota Bandung.

 

Ternyata, apa yang sudah diklaim Ridwan Kamil tak terbukti, karena pada Jumat (28/10) sore, genangan air masih menyergap. Bahkan ketinggian air yang menggenang bisa mencapai 50cm.

 

Kendaraan yang tiba dari Jalan Rumah Sakit (menuju perempatan Gedebage dari Ujungberung) dijumpai tiga titik genangan. Dua titik genangan masih banyak yang diterobos pengendara roda dua dan empat.

Tapi ketika akan menuju perempatan Gedebage, banyak motor keok. Mereka yang semula berani menerjang akhirnya dorong juga kendaraan.

“Wah saya ga bisa lewat. Dikira bisa lewat. Ternyata mesin mati,” ungkap Dirta (19) warga Cibiru, Kabupaten Bandung yang menggunakan sepeda motor jenis matik.

Dirta memang dulu jarang melintas kawasan Gedebage jika hujan tiba. Tapi angin segar datang saat Ridwan Kamil menyebut Gedebage sudah tidak lagi banjir karena ada inovasi tol air.

“Saya lihat di berita katanya Gedebage sudah baik, eh ternyata masih banjir lagi lewat sini,” ujarnya dengan pakaian yang tampak basah kuyup.

Warga lainnya Avila (31) mengatakan, dirinya yang datang dari arah Kiaracondong hendak melakukan tugas di kawasan Gedebage. Tapi saat tiba di Gedebage, air ternyata sudah menggenang. Tak ingin ambil resiko Avila menepikan motor jenis bebeknya di tempat yang lebih aman.

“Saya enggak berani. Mending nunggu surut dulu baru nanti maju lagi dari pada motor saya mogok lebih repot lagi,” ucap pria asli Kiaracondong ini.

 

Ridwan Kamil mengatakan, tol air sebenarnya tetap bekerja saat banjir menerjang kawasan Gedebage. Hanya saja debit air yang besar tidak terkejar oleh inovasi baru yang digagas Pemkot Bandung tersebut untuk mengatasi masalah klasik itu.

“Tetap bekerja cuma karena volume air besar jadi balapan dengan air yang debitnya besar,” kata Emil, di Bandung, Sabtu (29/10).

Lagi pula hujan besar dengan debit air yang besar itu tidak pernah bisa diprediksi jumlahnya. Adapun alat yang diterapkan memiliki kemampuan terbatas. Namun, dia memastikan bahwa tol air sangat membantu mengatasi banjir yang memang langganan jika hujan di kawasan itu.

“Kan dalam hitungan waktu bisa surut juga. Jadi saya klarifikasi saat volumenya biasa itu bisa kering 100 persen, tapi kalau volumenya berlebih itu tidak pernah kita duga,” terang pria berlatar belakang arsitek ini.

Dia menambahkan, keberadaan tol air sebenarnya bukanlah satu-satunya solusi untuk mengatasi banjir di Gedebage. Beberapa solusi jangka panjang tengah disiapkan Pemkot Bandung salah satunya danau raksasa.

“Ini bukan menyelesaikan masalah banjir, tapi mengurangi. Gedebage banjir karena debit air tinggi. Tapi alatnya tetap bekerja. Bayangkan kalau enggak ada tol air? Tapikan itu dalam hitungan pendek dapat diselesaikan,” ujarnya.

Untuk diketahui, Bandung sempat disorot lantaran banjir parah menyergap Pasteur dan Pagarsih pada awal pekan lalu. Ridwan Kamil lantas menyebut, Pemkot Bandung terus berupaya untuk mengentaskan masalah klasik itu salah satunya dengan tol air.

 

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda