JawaPos.com – Flatform Asetku yang merupakan fintech peer-to-peer lending (P2P) ikut menyukseskan acara Financial Expo (FinExpo) & Sundown Run 2019. Booth Asetku tampak ramai didatangi pengunjung yang antusias mencoba aplikasi Asetku dan bertanya langsung kepada tim Asetku seputar fintech P2P.

Chief Risk Officer Asetku Jimmi Adhe Kharisma menjelaskan, Asetku memiliki skema pendanaan yang berbeda dengan fintech lainnya. Platform miliknya itu akan menghubungkan pemberi pinjaman (lender) dengan peminjam (borrower). ’’Kalau di Asetku, masyarakat umum bisa ikut berpartisipasi menjadi lender sehingga mendapatkan return yang lebih tinggi,’’ ujarnya Minggu (20/10).

Return rate yang ditawarkan masing-masing tipe pendanaan bervariasi mulai dari 18–22 persen per tahun. Tenornya beragam dari yang paling singkat 15 hari hingga tenor terlama 30 hari. ’’Misalnya, orang pinjamkan Rp 100 juta. Nanti, setelah 30 hari, para lender akan kembali uangnya Rp 101.726.000. Kalau di tabungan bank, bunganya di bawah 1 persen sebulan,’’ jelasnya.

Risiko bagi para investor sangat minim. Sebab, uang mereka akan dipinjamkan bukan hanya kepada satu orang, tetapi juga beberapa peminjam. Dengan begitu, hal tersebut akan meminimalkan risiko jika terdapat peminjam yang tidak membayar. ’’Untuk mitigasi risiko, kami juga bekerja sama dengan lembaga penjamin lainnya. So far duit lender selalu kembali dengan tingkat keberhasilan 100 persen,’’ katanya.

Asetku terus berinovasi menghadirkan produk-produk keuangan yang bermanfaat dan menjangkau masyarakat di seluruh penjuru wilayah Indonesia. Tahun ini, Asetku melakukan sosialisasi ke 12 kota di 12 Provinsi di Indonesia. Seperti Jakarta, Palembang, Medan, Padang, Pekanbaru, Tangerang, Bandung, Semarang, Jogjakarta, Surabaya, Bali, dan Samarinda.

Jimmi menuturkan, respons masyarakat di daerah-daerah juga sangat bagus. Terlebih, dari para kaum milenial. ’’Contohnya, ketika kami melakukan road show di Bali kurang lebih 300 orang hadir di auditorium. Mereka sangat antusias dengan fintech ini. Begitu juga di kota-kota lain di Indonesia,’’ ucapnya.

Hingga kini, lebih dari dua juta orang telah menggunakan Asetku. Pinjaman yang telah disalurkan Asetku mencapai lebih dari Rp 3,7 triliun. Target pada tahun ini mencapai Rp 5 triliun. ’’Kami berharap bisa selalu tumbuh membantu masyarakat Indonesia. Baik itu peminjam maupun pemberi pinjaman di seluruh kota di Indonesia,’’ tutur Jimmi.

Dia menambahkan, Asetku berkomitmen untuk turut menyukseskan target inklusi keuangan Indonesia dengan menawarkan promo dan kampanye di bulan ini. Asetku akan memberikan kupon tunai senilai Rp 50.000 yang bisa digunakan 500 pengguna baru (lender) untuk pendanaan.

Pengguna baru hanya perlu men-download aplikasi Asetku dan memasukkan kode ’’AsetkuntukInklusi’’ di kolom kode referral. Kupon tunai dapat dicairkan saat pendanaan jatuh tempo. Selain promo tersebut, Asetku mengadakan Kompetisi Inspirasi Kreatif dengan tema Bergerak Tingkatkan Inklusi #AsetkuuntukIndonesia.

’’Kami membebaskan peserta untuk membuat karya apa pun dengan tema tersebut. Peserta dapat menyuarakan apa yang bisa atau akan mereka lakukan untuk bersama bergerak meningkatkan inklusi. Yang terbaik akan diberi hadiah total jutaan rupiah,’’ ucapnya. Asetku mengajak masyarakat untuk turut andil meningkatkan inklusi keuangan dan literasi melalui kompetisi tersebut yang berlangsung sampai akhir Oktober.

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.