KOTA MALANG – Untuk urusan Sumber Daya Alam, Kota Malang mungkin boleh kalah dengan Kabupaten Malang ataupun Kota Batu. Namun untuk urusan Sumber Daya Manusia hingga kuliner, Kota Malang bisa dibilang lebih maju dari keduanya.

Didukung dengan lebih banyak pusat perbelanjaan yang ada di Kota Malang. Hal ini tentu menjadi positif untuk penguatan ekonomi maupun wisata jika bisa dimanfaatkan dengan baik.

Maka dari itu Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DPC Kota Malang, Rabu, (10/7) pagi tadi mengadakan Focus Group Discussion (FGD) mengundang Pemerintah Kota Malang yang diwakili langsung oleh Kabid Pengembangan Iklim Penanaman Modal Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Malang, Sony Bachtiar dan Jawa Pos Radar Malang.

Mengangkat tema Malang Menuju Kota Kreatif, APPBI ingin mall yang ada di Kota Malang bisa dimanfaatkan dengan baik dengan membuat jalur wisata tersendiri, mengambil contoh apa yang sudah diterapkan di Yogjakarta dengan jalur wisatanya.

“Di mal kan ada banyak ya, ada kuliner, teknologi juga bisa, UMKM juga bisa, jadi banyak opsi nantinya jika bisa direalisasikan sebagai wisata mal,” sebut Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DPC Kota Malang, Suwanto.

Hal ini menurutnya menguntungkan kedua belah pihak, baik penguatan sisi ekonomi penggiat bisnis mal ataupun UMKM dan kuliner. “Di sisi lain juga menguatkan branding Kota Malang sendiri dan lebih dikenal luas sebagai kota wisata kreatif,” tandasnya.

UMKM nantinya juga bisa showcase produk mereka di mall yang ada di Kota Malang. “Maka dari itu pemerintah harus serius jika memang ingin mengangkat wisata Kota Malang sebagai wisata kreatif, khususnya untuk anak muda,” paparnya pria yang juga mengelola Lippo Plaza Batu ini.

Sementara itu, Kabid Pengembangan Iklim Penanaman Modal Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Malang, Sony Bachtiar yang tadi hadir mengatakan konsep yang tadi dibicarakan dalam FGD adalah membicarakan konsep malang masa depan.

“Seperti Malang City Heritage, Malang 4.0, Malang, Malang Creative Economic, hingga Malang Halal itu,” katanya.

Konsep sinergi peran pentahelix antara pemerintah sebagai fasilitator dan regulator, akademisi sebagai konseptor, juga masyarakat dan media sebagai expander semacam ini menurut Sony memang penting.

“Nah untuk mematangkan konsep-konsep ini yang ada selama ini, pelaku usaha semacam ini berfungsi sebagai enabler atau yang bertugas sebagai pencapai tujuan akhir,” tutupnya.

FGD semacam ini diakui Suwanto bakal diadakan berkelanjutan di lokasi mal lain yang ada di Kota Malang untuk lebih mematangkan konsep-konsep yang sudah ada dan mencanangkan konsep baru, setelah tadi diadakan di Plaza Araya, Kota Malang.

Pewarta: Elfran Vido
Foto: Elfran Vido
penyunting: Fia

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.