KOTA MALANG– Mahasiswa UIN Malang yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli UKT (AMPU) melanjutkan aksinya menuntut penurunan Uang Kuliah Tunggal (UKT) untuk mahasiswa baru hari ini, Kamis (18/8).

Beda dengan Jumat (16/8) kemarin yang sedikit ricuh, puluhan mahasiswa ini menggelar galang dana sekaligus istigosah yang terletak di tangga besar UIN Malang dan beberapa titik lainnya, seperti depan Student Center, Kantin Ma’had Laki-laki, dan di depan Masjid At-Tarbiyah UIN Malang.

“Kami ingin lebih soft untuk hari ini karena tuntutan kita tidak mendapat titik temu kemarin,” kata Koordinator Aliansi Mahasiswa Peduli UKT, Hafid Afiq.

Hasil galang dana ini, lanjut Afiq, nantinya akan diserahkan ke lima mahasiswa baru yang membutuhkan bantuan untuk membayar biaya UKT.

“Ada lima maba yang kita bantu dengan hasil galang dana,” tuturnya.

Afiq juga menjelaskan, kelima maba tersebut memang diberikan waktu tambahan untuk membayar UKT sampai pada 30 Agustus mendatang. “Iya sebenarnya kan sudah bayar UKT. Tapi untung lima maba ini diberi keringananlah untuk masa bayarnya diperpanjang sampai 30 Agustus,” tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Rektor III UIN Malang, Dr. Isroquunajah mengapresiasi tindakan mahasiswanya itu. “Saya berterimakasih karena ini merupakan suatu bentuk moralitas dan saling peduli antar mahasiswa. Apalagi tadi ada istigosahnya itu merupakan tindakan yang patut diapresiasi,” ujarnya.

Tak lupa, ia juga menjelaskan, sebenarnya ketika grade UKT dan kemampuan ekonomi orang tua maba tidak sesuai, mereka masih bisa mengurus proses keringanan biaya UKT.

“UKT semua tidak kaku bisa berubah. Bisa diurus di semester depan. Dan kita selalu buka kesempatan itu,” pungkasnya.

Pewarta: Bob Bimantara Leander
Foto: Bob Bimantara Leander
Penyunting: Fia

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.