Satir! Gara-gara Prabowo, Ribuan Warga Turun ke Jalan Gelar Aksi Bela ‘Tampang Boyolali’
Aksi Bela Tampang Boyolali @ Merdeka

MALANGTODAY.NET – Safari pidato calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto di Boyolali, Jawa Tengah, berbuntut panjang. Komentar Prabowo Subianto yang menyebut bahwa tampang Boyolali akan diusir apabila memasuki hotel mewah di Jakarta, dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh seorang warga Boyolali bernama Dakun (47).

Bahkan, hari ini, Minggu (4/11/2018), ribuan masyarakat Boyolali berbondong-bondong turun ke jalan untuk melakukan aksi bela ‘Tampang Boyolali’. Tuntutan utama dari aksi tersebut adalah Prabowo Subianto segera meminta maaf atas komentar yang dinilai melecehkan dan melukai hati masyarakat Boyolali.

Baca Juga: Sejarah DPR Republik Indonesia, Ketua dan Wakilnya Tersangka Korupsi Semua! Mewakili Siapa?

Dilansir dari Detik.com, ribuan masa yang turun ke jalan ini berkumpul di dua titik utama. Dua titik tersebut adalah Gedung Mahesa dan di Jalan Pandanaran, khusunya di Simpang Siaga dan Monumen Susu Segar, Boyolali, Jawa Tengah.

Dalam aksi tersebut, banyak dari massa aksi yang membawa beberapa spanduk dengan beragam tulisan, antara lain; #savetampangboyolali, #2019tetaptampangboyolalim Tolak Prabowo, Prabowo Harus Minta Maaf, Tolak Rasis di Indonesia, dan sebagainya.

Baca Juga: Salah Bos! Bonceng Artis, Driver Ojol Ini Malah Sebut Nama Bintang ‘Panas’ Jepang

Satir Aksi Bela Tauhid

Tentu saja aksi ini kemudian menimbulkan kesan satir atas aksi bela tauhid yang terjadi di beberapa daerah tempo hari. Dalam aksi yang berujung dari pembakaran bendera HTI oleh anggota Banser NU Garut tersebut, saat massa beraksi terdengar nyanyian-nyanyian dukungan yang ditujukan kepada calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto.

Dilansir dari Liputan6.com, aksi bela tauhid tersebut menjadi ajang kampanye seruan 2019 ganti presiden. Seruan 2019 ganti presiden terdengar setelah koordinator aksi bela tauhid menyebut pemerintahan Presiden Joko Widodo tidak serius mengusut pelaku pembakaran bendera HTI di Garut.

“Mau memberikan kesempatan dua periode lagi atau tidak saudara-saudara?” tanya koordinator massa aksi bela tauhid dengan pengeras suara dari atas mobil, Jumat (26/10/2018), di depan kantor Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam).

Baca Juga: Artis Asal Lumajang, Pretty Asmara Meninggal Dunia Pagi Ini

Dari yang terlihat, aksi massa warga Boyolali yang turun ke jalan ini memang banyak menggunakan saduran dari aksi bela tauhid. Poster-poster menyentil yang digunakan di aksi bela ‘Tampang Boyolali’ merupakan modifikasi dari konten-konten aksi bela tauhid yang sekaligus memuat kampanye 2019 ganti presiden.


Penulis: Swara Mardika
Editor: Swara Mardika

Loading...