JawaPos.com – Seorang pemuda nekat mengakhiri hidupnya di sebuah hotel bintang tiga di Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim). Pemuda berinisial AC yang tinggal di Dewa Purwajaya, Loa Janan, Kutai Kartanegara (Kukar), itu ditemukan tewas gantung diri di kamar hotel yang terletak di Jalan Imam Bonjol, Samarinda Kota, Senin (12/8) malam. Pemuda 23 tahun ini ditemukan tergantung di pintu kamar mandi.

Dari informasi yang dihimpun Samarinda Pos (Jawa Pos Group), pemuda tersebut check in pada Selasa (6/8) lalu. Dia dijadwalkan check out pada Senin (12/8). Namun, jelang dua hari masa sewa kamar habis, pihak hotel berencana menagihnya.

Sekitar pukul 19.00 Wita pihak hotel memutuskan untuk menemui AC. Sayangnya upaya itu gagal. Ini lantaran pintu kamar terkunci. Penghuni kamar tidak membukakan pintu.

Selang beberapa saat upaya buka paksa pun terpaksa dilakukan. Saat itulah petugas hotel terperanjat. Kaget melihat pemuda itu tergantung mengenakan kaos coklat bercelana panjang hitam yang hampir terlepas.

Kejadian itu sontak membuat pegawai hotel kalang kabut. Tidak ada yang berani membuka pintu kamar hotel sebelum petugas kepolisian dari Polsek Samarinda Kota datang. Untuk selanjutnya, jasad yang tergantung di salah satu kamar di lantai 7 itu dibawa ke RSUD AW Sjahranie untuk menjalani visum.

Pihak hotel sendiri tak satupun bisa dimintai keterangan. Upaya Samarinda Pos (Jawa Pos Group) untuk menemui pihak manajemen juga tak membuahkan hasil. Tidak ada informasi yang berhasil ditemukan dari pihak hotel. Alasannya, pihak hotel menyebut soal penemuan itu diserahkan sepenuhnya kepada proses penyelidikan kepolisian yang tengah berlangsung.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Samarinda Kota Ipda Abdillah Dalimunthe membenarkan penemuan jasad pemuda tergantung di salah satu kamar hotel tersebut. Pihaknya pun melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan secara kasat mata tidak ditemukan tanda kekerasan di tubuhnya.

“Jasad pemuda itu kemudian dibawa pihak keluarga ke kediamannya. Usai menjalani visum rumah sakit,” ungkap Dalimunthe, Selasa (13/8).

Disamping itu, pihaknya juga menemukan sepucuk surat yang ditaruh di meja kamar. Surat itu ditujukan kepada orang tuanya. Sesuai yang tertera di sampul depan. “Tertulis di situ jangan dibuka sebelum dibuka orang tuaku,” ucap Dalimunthe.

Karena itulah, hingga kini tak jelas alasan AC mengkahiri hidupnya. Apakah urusan asmara atau masalah keluarga. Saat ini pihaknya masih mendalami penyebab pemuda ini mengakhiri hidup dengan cara gantung diri. Termasuk meminta keterangan saksi dan keluarga korban. “Proses penyelidikan tetap jalan. Dan saat ini jasad pemuda itu telah dibawa pihak keluarga untuk dimakamkan,” pungkas Dalimunthe.

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.