MALANG KOTA – Pembahasan Perusahaan Umum Daerah Tugu Aneka Usaha (Perumda Tunas) terus dikebut. Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Perumda Tunas menargetkan, akhir 2019 sudah digedok perda-nya. Dengan demikian, perusahaan baru yang digadang-gadang bakal menyumbang Rp 3 triliun untuk pendapatan asli daerah (PAD) itu bisa beroperasi pada 2020.

”Pembahasan kami selesai, lalu dikirim ke Pemprov Jatim oleh teman-teman dewan yang baru. Paling tidak November sampai Desember 2019 sudah selesai,” ujar Ketua Pansus Ranperda Perumda Tunas Purwono Djoko Darsono kemarin (21/8).

Pria yang akrab disapa Gus Ipung itu menambahkan, rencananya ada 21 unit usaha di Perumda Tunas. Tapi, timnya di pansus akan melihat skala prioritas dari 21 unit usaha yang terdaftar (selengkapnya baca grafis).

”Skala prioritas yang tidak menggerus usaha yang sudah ada. Fokusnya bisa beri sumbangan dari sektor PAD yang strategis,” katanya.

Selain mempercepat ranperda Perumda Tunas, DPRD Kota Malang juga mengebut ranperda Perusahaan Daerah (PD) Rumah Potong. Perda yang orientasinya meleburkan RPH ke dalam Perumda Tunas itu sudah dituntaskan. ”Karena lini RPH nantinya masuk Perumda Tunas, makanya harus dikebut. Termasuk visitasi ke RPH melihat kesiapannya,” beber Gus Ipung.

Sementara itu, Dewan Pengawas PD RPH Elfiatur Roikhah memaparkan beberapa potensi Kota Malang yang bisa dimaksimalkan Perumda Tunas. Misalnya, ekspor tepung tapioka. ”Ekspor tapioka bisa membantu pendapatan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Malang Creative Fusion Vicky Arief Herinadharma SKom memberikan saran. Menurut dia, jenis usaha yang masuk haruslah yang tepat pasarnya. ”Misalkan mengacu pada Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Malang ini terkenal distribusi digital illustration untuk perusahaan animasi Marvel dan DC. Seperti inilah yang seharusnya bisa masuk dalam Perumda Tunas,” kata dia.

Apalagi, Malang bisa mengawali Perumda  berbasis teknologi dan digital. ”Ini kalau menghitung dari sisi pendapatan, cukup optimal,” tambahnya.

Sedangkan Plt Direktur PD RPH Ade Herawanto yang membidani Perumda Tunas itu menjelaskan business plan Perumda Tunas. ”Setidaknya, business plan Perumda Tunas bisa diklasifikasikan ke dalam tiga koor besar, yakni Divisi Agrobisnis, Divisi Properti, dan Divisi Penyewaan Aset dan Jasa Penunjang Lainnya,” pungkasnya.

Pewarta : Sandra Desi
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Mahmudan

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.