KOTA BATU – Naik-turunnya harga sejumlah komoditas tidak menghalangi sejumlah petani untuk berinovasi. Salah satu contohnya tersaji di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji.

Di sana, para petani sawi mulai menerapkan sistem pertanian tumpang sari, atau sistem penanaman campuran beberapa komoditas.

Suwarji, salah satu petani di sana, mengaku bila permintaan sawi dari luar negeri sekarang sedang tinggi-tingginya. ”Ini (sawi) mau diekspor ke Taiwan. Antara bulan Juli sampai September ini memang biasanya ramai (pesanan) dari Taiwan,” terangnya

Dia mengaku bila permintaan sawi berukuran besar lah yang paling mendominasi. Dalam sekali panen di kebunnya seluas 3,4 hektare, dia mengaku bisa mendapat pemasukan kotor Rp 60 juta.

Nilai tersebut merupakan harga yang dia dapat dari pengepul sawi untuk diekspor ke Taiwan. Sejauh ini, dia juga mengaku lebih banyak memenuhi permintaan ekspor daripada permintaan lokal.

”Masalahnya sekarang harga (di pasaran lokal) naik-turun. Sekarang juga agak murah, hanya Rp 1.500 per kilogram,” terangnya.

Agar kebunnya tetap bisa menghasilkan produk lain, dia sengaja menerapkan sistem tumpang sari. Komoditas apel dan jeruk kini juga dikembangkan dia.

”Iya Mas, untuk keuntungan sendiri, jeruk saya jual di atas (wisata petik apel),” tambah Suwarji. Dia menjelaskan bila nilai jual apel dan jeruk saat ini tergolong apik. Dia juga menjajakan wisata petik apel, dan menjualnya senilai Rp 20 ribu per kilogram.

Dari pantauan koran ini, langkah Suwarji itu memang belum diikuti semua petani di Desa Tulungrejo. ”Memang tidak semuanya (penanaman tumpang sari), tergantung orangnya, yang menanam kan di sini sama dengan yang di atas (Desa Sumber Brantas),” kata dia.

Suwarji mengakui bila sistem tumpang sari itu memerlukan perawatan yang ekstra. Sebab, apabila beberapa komoditas tumbuh dengan rimbun, maka komoditas yang lain berpotensi terpengaruh.

”Jadi kalau jeruknya rimbun, malah jelek (kualitas) sawinya. Alasannya ya karena tidak kebagian sinar matahari,” tambahnya. Perawatan berupa pemotongan pun rutin dia lakukan tiap hari. 

Pewarta : nr7
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Bayu Mulya

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.