MALANG KOTA – Bulan depan, 29 SMAN/SMKN Kota Malang-Kota Batu bisa menikmati uang sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) program Gratis Berkualitas (TisTas) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim).

Berdasarkan data Dinas Pendidikan (Disdik) Pemprov Jatim, jumlah uang yang bakal diterima sekolah selama enam bulan sekitar Rp 43 miliar. Sedangkan, anggaran untuk semua sekolah negeri dan swasta di Jatim mencapai sekitar Rp 900 miliar untuk satu semester.

Plt Kadisdik Pemprov Jatim Hudiyono menyampaikan, dana untuk sekolah negeri sudah bisa diketahui, yaitu Rp 43 miliar untuk satu semester alias enam bulan. Namun, sistem pencairannya bakal dilakukan tiga bulan sekali.

”Bantuan kami cairkan paling lambat Agustus. Kami salurkan ke sekolah-sekolah tiap tiga bulan sekali,” kata Plt Kadisdik Pemprov Jatim Hudiyono, saat dikonfirmasi, kemarin.

Seperti diketahui, sebelumnya Pemprov Jatim pernah membuat wacana sistem pencairan SPP tersebut dilakukan tiap bulan. Hal ini dilakukan agar sekolah lebih mudah dalam memenuhi kebutuhan tiap bulannya. SPP ini juga biasa disebut biaya penunjang operasional penyelenggara pendidikan (BPOPP).

Sedangkan jumlah total SMA/SMK negeri dan swasta di Kota Malang dan Batu mencapai 62 lembaga pendidikan. Sedangkan jumlah SMAN dan SMKN di Kota Malang dan Batu mencapai 29 lembaga.

Hudiyono menambahkan, sistem tiga bulan pencairan tersebut untuk mempermudah sekolah dalam melaksanakan kegiatan. Namun, sekolah harus menyerahkan rencana kerja sekolah (RKS) dan naskah perjanjian hibah daerah (NPHD) antara pemberi bantuan dan penerima bantuan.

”Syarat bisa cair, sekolah harus menyerahkan RKS dan NPHD,” imbuh pria yang juga menjabat kepala Biro Kesejahteraan Sosial Sekretaris Daerah Provinsi (Kesos Setdaprov) Jatim ini.

Lebih lanjut, pihaknya bakal melakukan audit tiga bulan sekali. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi penyelewengan dana tersebut. Bahkan, pihaknya tak segan akan memberi sanksi pidana jika terbukti menyalahgunakan uang tersebut. ”Kami gunakan teknologi dan regulasi. Supaya tidak ada yang terlibat masalah perdata atau pidana,” terangnya.

Tak hanya itu, masih kata dia, pihaknya juga bakal menggandeng pihak berwajib, seperti kepolisian, kejaksaan, dan pihak terkait lainnya.

Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan uang tersebut. ”Kami juga akan menggandeng kepolisian dan kejaksaan untuk mencegah penyelewengan,” tandas dia.

Lalu, berapa jumlah nominal untuk sekolah swasta? Hudiyono menyampaikan, pihaknya masih melakukan analisis kebutuhan sekolah swasta. Karena harus mengajukan proposal dan mengecek satu per satu. ”Mudah-mudahan segera tuntas,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Cabang Disdik Jatim Kota Malang-Kota Batu Ema Sumiarti menyatakan, dana ini bisa digunakan sekitar 12 item kebutuhan sekolah.

Di antaranya, kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler, peningkatan kompetensi sumber daya pendidik, dan tenaga kependidikan. ”Cukup banyak (pemanfaatannya), ada 12 item yang bisa dicairkan (digunakan),” terang dia.

Terpisah, Ketua Musyawarah Kepala Kerja Sekolah (MKKS) SMAN Kota Malang Tri Suharno setuju sistem pencairan tiga bulan sekali tersebut.

Namun, pihaknya mengimbau agar proses pencairan tersebut bisa tepat waktu agar kebutuhan sekolah bisa terpenuhi dengan tepat waktu. ”Semoga tidak ada keterlambatan,” ujar mantan kepala SMAN 4 Malang ini.

Pewarta : Sandra Desi
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Imam Nasrodin

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.