Ilustrasi kasus mutilasi @medcom
Ilustrasi kasus mutilasi @medcom

MALANGTODAY.NET – Kasus mutilasi mayat dalam koper yang menewaskan seorang guru honorer di Kediri, Budi Hartanto (28), ternyata memiliki hubungan sejenis yang bersifat transaksional. Hubungan inilah yang menjadi pemicu percekcokan antara pemutilasi, Aris Sugianto (38) dengan korban.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan bahwa hubungan transaksional yang dimaksud adalah adanya pemberian jasa dan imbalan pembayaran yang diberikan. Namun, korban tidak menerima pembayaran (imbalan) usai bertransaksi.

“Jadi seperti ini, mereka ini ada hubungan (sejenis) dan sifatnya transaksional. Saya susah menjelaskan narasi yang bisa diterima publik. Yang jelas akibat kegiatan transaksional tersebut, Budi tidak mendapatkan uang sehingga terjadilah cekcok,” ucapnya seperti dilansir dari Detiknews, pada Rabu (24/4/2019).

Dua tersangka kasus mutilasi mayat dalam koper di Blitar @Lampung.Tribunews
Dua tersangka kasus mutilasi mayat dalam koper di Blitar @Lampung.Tribunews

Fakta ini terungkap saat polisi melakukan rekonstruksi di warung kopi milik tersangka Aris. Barung juga menjelaskan kegiatan transaksional tersebut ditunjukkan pada adegan ke-10 dalam reka ulang. “Kalau tidak salah adegan ke-10 ya kegiatan tarnsaksional tersebut,” lanjutnya.

Sementara Kasubdit Jatanras Polda Jatim, AKBP Leonard Sinambela mengatakan, sebelum memutilasi kepala korban, lebih dulu, Aris yang dibantu tersangka Aziz Prakoso (23) membacok korban berulang kali. Dalam rekonstruksi juga menunjukkan bahwa awal korban tewas adalah akibat percekcokkan antara Aris dan Budi.

“Tadi ada adegan kunci, yaitu saat bagaimana tersangka melakukan pembacokan dan penyerangan terhadap korban ada yang perlu disesuaikan. Karena tersangka berulang kali melakukan penyerangan terhadap korban dengan dibacok dan dimutilasi,” jelasnya.

Usai memutilasi, tersangka membuang kepala korban di sungai Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri. Sedangkan jasad (tubuh) korban dibuang di bawah jembatan Karanggondang, Udanawu, Blitar. (Bas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.