BANYUWANGI – Venue Jazz Gunung Ijen di Amfiteater Taman Gandrung Terakota Jiwa Jawa Resort Banyuwangi menyuguhkan pemandangan indah khas pedesaan.

Satu sisi, pemandangan itu menyejukkan mata. Tapi di sisi lain, pemandangan tersebut membuat Alit dan Gundhi, dua MC Jazz Gunung Ijen 2019 teringat akan cerita horor KKN di Desa Penari.

Hal itu ia ungkapkan saat bercengkrama dengan penonton sebelum menyambut penampilan MLD Jazz Project Season 4, Sabtu (21/9).

“Saya tadi sempat foto selfie di sana. Tapi kok patungnya penari, jadi ingat KKN Desa penari,” ujarnya.

Tak mau penonton takut, Gundhi pun langsung menimpali rekannya dengan guyonan. Ia memanggil Alit sebagai “Bima” salah satu karakter di Desa KKN Penari.

“Loh Bima di sini,” ujarnya, lalu disambut tawa penonton.

Tak mau tertawa penonton berhenti, Alit pun memanggil Bima sebagai “Pak Lurah”.

“Loh Pak Lurah? apa kabar? sudah sudah haha, ” kelakarnya sambil diiringi tertawa dan tepuk tangan penonton.

Kelakar keduanya tentang Desa Penari itu, membuat suasana venue panggung Jazz Gunung 2019 menjadi hangat.

Jazz Gunung 2019 ini diisi oleh berbagai musisi jazz kenamaan seperti Tompi, Yura Yunita, Parkdrive, Ring of Fire Project ft. Endah Laras & Ricad Hutapea dan masih banyak lagi.

Pewarta: Bob Bimantara Leander

Foto: Bob Bimanatara Leander

Editor:Indra M

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.