PAKIS – Dalam beberapa hari terakhir, sebagian dari Anda mungkin kerap mendengar deru pesawat yang melintas. Khususnya di malam hari. Pesawat-pesawat yang melintas itu milik TNI Angkatan Udara (AU).

Sejak Rabu lalu (17/7), personel dari TNI AU memang sedang menggelar misi latihan yang berfokus pada tahap penyerangan di malam hari. Itu dilakukan untuk mempersiapkan diri menyambut gelar pasukan tempur TNI AU Angkasa Yudha 2019.

Tak seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini latihan tempur itu dilaksanakan dalam skala besar. Melibatkan 18 skuadron dan tiga pangkalan udara milik Angkatan Udara.

Kemarin (19/7), Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Yuyu Sutisna turut meninjau langsung latihan Angkasa Yudha di Lanud Abd Saleh.

”Dalam latihan ini, kami turunkan seluruh kemampuan TNI Angkatan Udara dan seluruh aset yang disiapkan untuk melaksanakan operasi,” kata Yuyu usai memantau rangkaian latihan di Lanud Abd Saleh.

Total ada 70 pesawat yang dilibatkan dalam latihan. Seluruh kekuatan udara diturunkan, baik pesawat tempur, pesawat angkut, pesawat intai, helikopter, hingga pesawat tanpa awak.

Termasuk juga alat tempur penunjang dari darat seperti anti-drone, kendaraan direction finder, smart hunter, jammer GPS, hingga communication jammer mobile.

Tiga pangkalan udara yang turut terlibat dalam latihan itu, yakni Lanud Iswahyudi Madiun, Lanud Muljono Surabaya, dan Lanud Abd Saleh Malang. Rencananya, latihan pertempuran udara tersebut akan digelar sampai 24 Juli mendatang.

”Operasi ini dimulai dari operasi perebutan pangkalan udara, serangan pangkalan udara langsung, penerjunan satuan tempur, pengendalian pangkalan hingga perebutan kembali pangkalan yang diserang musuh,” tambah Yuyu.

Gelar latihan Angkasa Yudha tahun 2019 ini sekaligus sebagai latihan uji coba perdana bagi batalyon kesehatan yang baru tiga bulan belakangan ini dibentuk Kasau.

Menggunakan pesawat angkut Hercules, dalam sesi latihan juga dilaksanakan simulasi evakuasi korban menuju rumah sakit terdekat di medan perang.

Secara umum, dari hasil evaluasi latihan, Yuyu mengaku masih banyak hal yang harus ditingkatkan oleh TNI Angkatan Udara.

”Dari segi amunisi perlu kami tingkakan, termasuk juga terkait dengan kecepatan penanganan bagi batalyon kesehatan. Secara teknis dari segi penyerangan oleh para penerbang juga akan terus kami evaluasi,” tutup Yuyu.

Pewarta : Farik Fajarwati
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Bayu Mulya

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.