KOTA BATU – Kurang dari satu pekan lagi, calon jamaah haji (CJH) dari Kota Batu bakal dijadwalkan terbang ke Tanah Suci. Sebanyak 311 CJH saat ini hanya perlu menunggu kepastian penerbitan visa pemberangkatan saja.

Sebelum mereka berangkat, kemarin (12/7) ratusan CJH itu mendapat undangan khusus dari Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko dan Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batu Drs Nawawi MFil.

Dalam pertemuan itu, Nawawi memastikan bila seluruh CJH tersebut sudah dinyatakan siap berangkat. Untuk diketahui, para CJH itu sebelumnya telah menjalani serangkaian tahapan.

Mulai dari pelatihan spiritual, pengecekan administrasi, hingga pemeriksaan medis. ”Alhamdulilah, semua proses sudah dilalui. Dan hari ini (kemarin) para CJH menjalani pembekalan dari Kemenag dan wali Kota Batu,” kata dia.

Meski dinyatakan siap berangkat, Nawawi tetap memberi catatan khusus bagi para jamaah haji terkait kesiapan fisik. Dia juga menyebut jika sebagian jamaah ada yang memiliki riwayat penyakit rentan dan berisiko tinggi.

”Ini yang menjadi atensi khusus, mengingat iklim di sana (Saudi) jauh berbeda dengan di Kota Batu. Jadi ya kami harap para petugas medis bisa memaksimalkan tugasnya,” terang dia.

Terpisah, Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu dr Sri Rahati turut membeber hasil dua kali tes kesehatan. Dari total 311 jamaah, 35 persen atau 61 CJH, dinyatakan berisiko tinggi.

Alasannya, karena mereka mengidap penyakit seperti jantung, diabetes, dan darah tinggi. ”Ya rata-rata usia di atas 61 tahun. Tentu itu akan menjadi catatan bagi para tim medis,” kata dia.

Total ada tiga tenaga medis, satu dokter, dan dua tenaga para medis yang diturunkan untuk mengawal CJH dari Kota Batu. Sri mengakui bila ketersediaan tenaga itu terpaut jauh dari jumlah CJH.

”Memang satu kloter hanya diisi tiga tim medis. Tapi kan di sektor (kantor informasi) ada tim medis tambahan. Tidak seimbang memang, yang menjadi catatan itu jika ada jamaah yang mengalami kelelahan,” paparnya.

Sementara itu, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko turut menyampaikan sejumlah imbauan dan harapannya pada ratusan CJH kemarin.

”Ya mudah-mudahan lancar sampai masa ibadah haji itu terlaksana,” kata dia. Dewanti juga memberi catatan khusus kepada ketua kelompok, agar lebih memperhatikan jamah yang sudah berumur di atas 61 tahun.

Baginya, pesan itu perlu ditegaskan terus, lantaran CJH dengan usia lanjut memiliki risiko lebih tinggi. ”Bagi ketua kelompok saya minta untuk memperhatikan jamaah yang sudah sepuh,” tegasnya.

Kini, setelah mendapat pembekalan, para jamaah tinggal menunggu penerbitan visa. Biasanya, kelengkapan administrasi itu bisa diterbitkan H-3 sebelum pemberangkatan. Kemenag Kota Batu mengaku siap untuk mengawal seluruh kelengkapan visa tersebut. 

Pewarta : Miftahul Huda
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Bayu Mulya

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.