KEPANJEN – Miris. Kasus perbuatan bejat RF, remaja asal Dusun Gunung Kunci, Desa Jabung, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang yang menyetubuhi korban Mawar, gadis belia yang masih berusia 11 tahun ternyata “ditularkan” lewat perbuatan satu pemuda ke pemuda lainnya karena dianggap bukan perbuatan tabu oleh keenamnya.

Perbuatan persetubuhan RF dengan Mawar yang akhirnya ditiru kelima kawannya yang lain. Mereka akhirnya juga harus ditangkap oleh Satreskrim Polres Malang.

“Jadi karena mereka ikut ikutan liat, dari keenam tersangka itu, yang tiga terakhir lihat tersangka lain melakukan perbuatan itu dan dianggap bukan hal yang tabu, akhirnya ikut-ikutan,” papar Kepala Unit Perlingdungan Perempuan dan Anak (Kanit PPA) Polres Malang, Ipda Yulistiana Sri Iriana.

Kronologi awal, RF menyetuhi korban Mawar di rumah neneknya. Selain di sana, disebut polisi korban juga dilecehkan dan dicabuli di 3 lokasi berbeda oleh tersangka yang berbeda pula.

“Usai disetubuhi di rumah neneknya, RF kan mengajak Mawar ke warung. Nah di sana ketemu tersangka lain yaitu kelima temannya ini. Di sana diberi kode oleh tersangka, ini lho bisa, habis pakai, ini lho pakai cewek ini, bisa, kayak gitu gitu,” ucap Yulis menirukan perkataan RF kepada AZ (22), AA (17)  SW (18), EM, (16), dan MA, (16).

Hanya RF saja, remaja yang disebut polisi menyetubuhi korban. Lima remaja lainnya disebut Yulis hanya ikut mencabuli korban saja tanpa penetrasi. Mengapa tak sampai menyetubuhi ? karena Mawar sendiri yang menolak saat hendak diajak bersetubuh kelimanya. “Akibat cerita RF, akhirnya temennya pengen, di bawalah si korban ini ke tiga lokasi itu, terus diajak berhubungan tidak mau, akhirnya cuma dicabuli,” kata Yulis.

RF (18) memang bisa dibilang pioner dalam aksi yang secara hukum dan norma jelas salah ini. Akibat perbuatan awalnya dan “kode” yang diberikan kepada kelima kawannya yakni, AZ (22), AA (17)  SW (18), EM, (16), dan MA, (16), kelima remaja inipun mengikuti jejaknya dan harus ikut mendekam di penjara.

Wanita berjilbab ini juga menuturkan polisi sudah mengamankan pakaian korban untuk barang bukti.

Untuk tindak pidana ini, karena tersangka memiliki rentang usia yang berbeda, maka durasi penahanan di penjara Polres pun berbeda. “Kalau yang masih anak-anak kan maksimal penahanan 15 hari, usai ini nanti akan dibawa ke tahanan pengadilan,” tutup Yulis.

Kini, Mawar juga sedang dikawal secara psikologis oleh psikiater dari UPPA Polres Malang untuk proses trauma healing.

Pewarta: Elfran Vido
Foto: istimewa
Penyunting: Fia

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.