KEPANJEN Kabar duka datang dari 1.889 jamaah haji dari Kabupaten Malang. Lima di antara seluruh jamaah tersebut diketahui tutup usia di Tanah Suci.

Kabar duka pertama datang 26 Juli lalu, saat jamaah asal Desa Ketindan, Lawang, bernama Saleh Bin Selani Karnadi tutup usia. Nama berikutnya ada Yameni, jamaah asal Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak, yang diketahui meninggal pada 2 Agustus lalu.

Berikutnya ada nama Muhammad Jadjid, jamaah dari Desa Tumpang, Kecamatan Tumpang, yang tutup usia 10 Agustus lalu. Selanjutnya ada nama Mudjiasih, jamaah dari Desa Sumbermanjing Kulon, Kecamatan Pagak, yang meninggal pada 18 Agustus lalu. Pada hari yang sama, Wiwin Nurwakhidah, jamaah asal Desa Senggreng, Kecamatan Sumberpucung, juga mengembuskan napas terakhirnya.

”Saudari Yameni sebelum berangkat memang sudah berharap agar meninggal di sana,” kata Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Malang Dr Mustain. Dari rekapitulasi pihaknya, diketahui bila kelima jamaah itu tutup usia lantaran sakit.

Di-flashback ke belakang, memang hampir setiap tahun ada jamaah haji asal Kabupaten Malang yang tutup usia di Tanah Suci.

Pada tahun 2018 lalu, diketahui ada 4 jamaah yang tutup usia di Makkah. Pada tahun 2017 lalu, ada 4 jamaah juga yang meninggal di sana. Disinggung terkait biaya pemakaman 5 jamaah yang meninggal tahun ini, Mustain menyatakan bila semuanya akan ditanggung Kemenag.

”Tidak ada alokasi khusus berapa jumlah anggaran untuk mengantisipasi kematian jamaah ketika di Tanah Suci, namun semua biaya administrasi pasti kami tanggung sepenuhnya. Yang mengurus panitia penyelenggara ibadah haji (PPIH) yang di sana,” kata dia.

Pewarta : Imron Haqiqi
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Bayu Mulya

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.