5 Fakta Kecelakaan KM Lestari Maju di Kabupaten Selayar
Korban yang berhasil dievakuasi @ Dok. BNPB

MALANGTODAY.NET – Belum selesai pencarian 160 korban KM Sinar Bangun di Danau Toba, kecelakaan air terjadi di Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan.

KM Lestari Maju tenggelam saat berlayar dari Pelabuhan Bira, Kabupaten Bulukumba ke Pelabuhan Pamatata, Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan pada Selasa (3/7).

Walaupun sempat mengevakuasi korban, cuaca buruk menjadi faktor utama yang menyebabkan proses evakuasi terhambat.

Baca Juga: Trending! Cuitan Lucu dan Sedih Netizen Soal Hasil SBMPTN 2018

Selain cuaca buruk, ada beberapa fakta lainnya yang wajib diketahui tentang kecelakaan KM Lestari Maju. Berdasarkan data yang dihimpun oleh MalangTODAY.net, berikut fakta-faktanya.

1. Kronologi Kecelakaan

Penyebab KM Lestari Maju karam adalah bocornya lambung kapal, yang menyebabkan air masuk ke dek lantai bawah.

Kebocoran ini terjadi sekitar pukul 13.40 WITA, sekitar 2 jam setelah kapal berangkat dari Pelabuhan Bira, Kabupaten Bulukumba.

Ketika permasalahan ini diketahui, langsung saja kapal merapat ke Pantai Pabbadilan, Desa Bungayya, Kecamatan Bontomatene, Kabupaten Kepulauan Selayar.

Semua penumpang pun segera dievakuasi secara perlahan dari atas kapal menuju perairan dengan menggunakan pelampung.

Namun karena faktor cuaca yang ekstrim serta ombak tinggi, menyebabkan proses evakuasi tidak berjalan maksimal.

5 Fakta Kecelakaan KM Lestari Maju di Kabupaten Selayar
Kondisi penumpang yang menyelamatkan diri @ Relawan BNPB via Antara Photo

2. Jumlah Penumpang dan Barang yang Diangkut

Selain mengangkut 130 penumpang, KM Lestari Maju juga mengangkut beberapa kendaran seperti mobil, motor dan truk.

Tak hanya kendaraan, kapal jenis Ferry ini juga mengangkut uang sebesar Rp. 30 miliar.

Kapal ini mengangkut mobil yang berisikan uang sebesar Rp. 30 miliar milik Bank Sulselbar untuk membayar gaji ke-13 Pegawai Negeri Sipil di Selayar.

“Dana Rp 30 milliar tersebut akan dipergunakan untuk pembayaran gaji ASN di Kabupaten Selayar,” kata Pemimpin Group Treasury Bank Sulselbar, Irmayanti Sultan.

Meskipun kehilangan Rp. 30 miliar, Irma menyebutkan bahwa hal itu tidak mempengaruhi jalannya bisnis bank tersebut.

“Tenggelamnya Rp 30 milliar itu tidak mempengaruhi sisi bisnis kami, karena baik pengiriman angkutan darat ataupun laut kami selalu mengcovernya dengan asuransi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” jelasnya lagi.

5 Fakta Kecelakaan KM Lestari Maju di Kabupaten Selayar
Uang Rp. 30 Miliar yang tenggelam @ Taufiq/Detik.com

Baca Juga: Kasus Korupsi Tanah Bengkok Sedayu, Ada Dua Tersangka Baru

3. Jumlah Korban

Hingga Rabu (4/7) pagi, 33 jenazah berhasil dievakuasi. Jumlah ini bertambah sejak pukul 02.00 WITA, tim SAR gabungan menemukan 29 penumpang yang meninggal dunia.

“Tadi malam 29 korban yang meninggal dan pagi ini, ditemukan 4 lagi jenazah. Jadi total sementara 33 orang. Proses evakuasi dan pencarian masih terus dilakukan tim SAR gabungan,” jelas Humas Basarnas Makassar, Hamsidar seperti yang dilansir dari kompas.com, Rabu (4/7).

5 Fakta Kecelakaan KM Lestari Maju di Kabupaten Selayar
KM Lestari Maju tenggelam di perairan Selayar @ Istimewa/via Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho

Daftar nama korban tersebut antara lain adalah;

No. Nama Korban Jenis Kelamin Umur Alamat Keterangan
1 Hari Laksono L Jl. Jeruk ASDP Pamatata
2 Drs. Rurung L 51 thn Jl. Mangga Benteng Suami
3 Hj. Marlia P 41 thn Jl. Mangga Benteng Istri
4 Hj. Amawati P 43 thn Desa Laiyolo, Kec. Bontosikuyu
5 Sitti Saerah P 58 thn Desa Onto, Kec. Bontomatane
6 H. Abd Rasyid L Jl. Jend. Ahmad Yani Benteng
7 Rini Nurianti P 29 thn Bonea, Kec. Benteng, Kep. Selayar
8 Abizar L 2 thn Bonea, Kec. Benteng, Kep. Selayar Anak Rini
9 Rosmiati P 40 thn Jl. Manga Benteng
10 Demma Ganrang L 45 thn Kalaroi, Kec. Bontomante
11 Andi Le’leng L 47 thn Baringan, Kec. Bontosikuyu
12 Syamsuddin L 50 thn Jl. Pierre Tendean Benteng
13 Hensi L 64 thn Baringan, Kec. Bontosikuyu Suami
14 Ati Mala P 58 thn Baringan, Kec. Bontosikuyu
15 Denniamang P 74 thn Lambongan, Kec. Bontomante
16 Marwani P 46 thn Sappang Herlang Singa
17 Hj. Salmiah P 55 thn Kab. Sinjai
18 A. Abd Rasyid L 42 thn Jl. Pahlawan Benteng Selayar Asal Banyorang Kec. Tompobulu Kab. Bantaeng
19 Suryana P 55 thn Bonehelang, Kec. Benteng
20 Dempa L 50 thn Kalaroi, Kec. Bontomante
21 Nurlia P 64 thn Batangmata Sapo, Kec. Bontomante
22 Andi Junaeda P 70 thn Bone
23 Norma P 50 thn Benteng Somba Opu
24 Ningsih P Cinimabela Takalar/Galesong
25 Haidir L 2 thn Cinimabela Takalar/Galesong
26 Kartini P 60 thn Cinimabela, Desa Parak, Kec. Bontomanai Selayar
27 Siti Baedah P 55 thn Desa Baraklambongan, Kec. Bontomante Selayar
28 Jumbrah L 50 thn Barugayya, Kec. Bontomanai Selayar
29 Mayat perempuan berusia 50-60 tahun tanpa identitas
30 Jenazah belum teridentifikasi
31 Jenazah belum teridentifikasi
32 Jenazah belum teridentifikasi
33 Jenazah belum teridentifikasi

 

4. Media Asing

Kabar tenggelamnya KM Lestari Maju ini juga sempat masuk dalam pemberitaan asing, yaitu koran asal Singapura, The Straits Times.

Dengan judul Death Toll Rises to 29 in Indonesia Ferry Accident, berita tersebut memuat kabar tentang 29 korban yang ditemukan pada Rabu (4/7) dini hari, serta pemberitaan tentang KM Sinar Bangun yang sebelumnya tenggelam di Danau Toba pada Senin (18/6).

Tenggelamnya KM Lestari Maju, bertepatan dengan peresmian pembatalan pencarian 160 korban hilang oleh pihak otoritas, pasca KM Sinar Bangun tenggelam.

5 Fakta Kecelakaan KM Lestari Maju di Kabupaten Selayar
Pemberitaan The Straits Times @ thestraitstimes.com

Baca Juga: Polemik Calon Legislatif Koruptor, Menkumham: Masih Kita Bahas

5. Pembangunan Jembatan

Insiden tenggelamnya KM Lestari Maju, menjadi desakan Pemerintah Pusat untuk segera membangun jembatan dari Bira, Bulukumba ke Pamatata, Selayar. Seperti layaknya jembatan Suramadu yang menghubungkan Pulau Jawa dengan Pulau Madura.

“Pemerintah pusat perlu segera memprioritaskan Pembangunan Jembatan Bira-Pammatata yang menghubungkan Kabupaten Bulukumba dengan Selayar, sebagaimana Jembatan Suramadu yang menghubungkan antara Surabaya dan Madura,” ucap anggota Komisi VII DPR RI Mukhtar Tompo.

Ia juga menambahkan bahwa pembangunan pun harus adil, jangan hanya Pulau Jawa saja yang dibangun sedemikian rupa.


Penulis: Annisa Eka Safitri
Editor: Annisa Eka Safitri

Loading...