Kembali Merosot, Gubernur BI Jelaskan 4 ‘Penyakit’ Rupiah
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo @Indonesiakita

MALANGTODAY.NET – Setelah sempat berjaya di level Rp13.000, Rupiah kembali melemah setelah selama sepekan terakhir kembali merosot ke level Rp14.000. Atas hal ini, Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, memaparkan setidaknya ada empat penyakit yang membuat mata uang Indonesia kembali merosot.

Perry menjelaskan bahwa empat penyakit itu ternyata bukan berasal dari dalam negeri, melainkan kondisi perekonomian global. Hal ini yang membuat keempatnya sukar untuk disembuhkan.

“Empat faktor ini menyebabkan tekanan mata uang di berbagai belahan dunia sebab faktor global, termasuk dalam beberapa hari ini, menekan rupiah,” tutur Perry.

Apa saja itu? Ini dia ulasan selengkapnya dilansir dari CNN Indonesia, Jumat (8/3/2019).

Ekonomi AS Membaik

Kondisi perekonomian Amerika Serikat (AS) menurut Perry dinilai semakin membaik sepanjang 2018 lalu. Negara yang dipimpin oleh Donald Trump itu setidaknya berhasil mencatatkan pertumbuhan ekonomi hingga 2,9 persen. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Ekonomi Eropa Melambat

Jika AS membaik, maka kondisi perekonomian di Uni Eropa mengalami pelambatan. Gubernur Bank Sentral Eropa (ECB) Mario Draghi menjelaskan bahwa tahun ini zona Eropa hanya akan tumbuh 1,1 persen saja. Hal ini tentuinya menguntungkan untuk AS.

Harga Minyak Dunia Meroket

Pasca AS memberikan sanksi terhadap Venezuela, hal ini kemudian menyebabkan harga minyak dunia meningkat. Sebagai contoh, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) naik menjadi US$56,67 per barel.

Kondisi Geopolitik Tak Jelas

Beberapa kondisi geopolitik di berbagai belahan dunia ternyata turut memengaruhi Indonesia. Beberapa contoh seperti rencana denuklirisasi antara AS dan Korea Utara dan dampak dari Brexit Inggris yang harus membuatnya mundur dari Uni Eropa. (sig)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.