Muhadjir: Sejatinya Kemendikbud Ingin Gaji Guru Honorer Setinggi-tingginya

Mendikbud Muhadjir Effendy bicara soal gaji guru honorer. Ilustrasi Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA – Data sekira 735 ribuan guru honorer akan diverifikasi validasi (verval) untuk menentukan apakah siapa saja yang berhak mendapatkan gaji minimum setara UMR atau PNS golongan IIIA masa kerja nol tahun.

Jumlah 735 ribuan guru honorer itu yang masuk dalam data pokok pendidikan (Dapodik) Kemendikbud.

“Jumlah guru honorer yang hampir 800 ribuan ini akan kami inventarisir. Siapa saja yang berhak mendapatkan gaji dari DAU pos anggaran pendidikan. Jadi tidak semuanya langsung masuk tanpa ada syaratnya,” kata Mendikbud Muhadjir Effendy di kantornya, Jakarta, Kamis (17/10).

Dia menegaskan, ada syarat utama dikatakan sebagai guru honorer. Pertama, guru tetap yang mengabdi minimum 24 jam tatap muka bisa masuk kategori honorer. Atau kalau di SD memegang posisi wali kelas.

Kedua, harus lulusan S1. Ketiga, masuk dapodik, dan syarat lainnya.

“Yang mengajar satu mata pelajaran dan hanya 1-2 jam tatap muka per minggu bukan kategori guru honorer. Mereka masuk guru luar biasa,” ujarnya.

Menurut mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini, bagi guru honorer yang belum masuk kriteria, tidak akan bisa mendapatkan gaji minimum setara UMR (upah minimum regional) atau PNS golongan IIIA masa kerja nol tahun.

Terkait dengan adanya guru honorer yang belum berijazah S1, Muhadjir menyarankan untuk menyelesaikan studinya. Ketentuan harus S1 merupakan amanat UU Guru dan Dosen.

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.