Ketua DPR: 19,4 Persen PNS yang Menolak Ideologi Pancasila!
Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo @Abadi Kini

MALANGTODAY.NET – Tes seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 menyimpan harapan tersendiri bagi Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo. Menurutnya, tes CPNS pada kesempatan ini harus menjadi ajang perbaikan karena survei mencatat bahwa sekitar 19,4 persen Aparatur Sipil Negara (ASN) saat ini menolak ideologi Pancasila.

“Paling mengejutkan adalah temuan tentang 19,4 persen PNS yang menolak ideologi Pancasila. Temuan ini menggambarkan bahwa masih ada kelemahan dalam proses rekrutmen PNS di masa lalu. DPR berharap kelemahan dalam sistem rekrutmen segera diperbaiki,” terangnya dalam pernyataan tertulis, dilansir dari CNN Indonesia, Senin (19/11/2018).

Baca Juga: Dijerat Penistaan Islam, Ini Jasa Ahok untuk Umat Muslim di Jakarta

Pernyataan pria yang akrab disapa Bamsoet ini mengacu pada temuan data Kementerian Dalam Negeri yang merujuk pada hasil survei lembaga Alvara Strategi Indonesia pada Oktober 2017. Angka tersebut lebih menyetujui ideologi khilafah ketimbang Pancasila.

Terkait masalah ini, Bamsoet menilai banyak masjid di lingkungan PNS yang telah terpapar paham radikal. Berdasarkan data Badan Intelijen Negara (BIN), 41 dari 100 masjid milik kementerian, lembaga, dan BUMN telah terpapar radikalisme. Ia juga meminta pemerintah untuk tidak meremehkan persoalan ini.

Baca Juga: Cerita WNI Seputar Pornografi di Jepang, Pindah Yuk!

“Pemerintah dan semua institusi terkait hendaknya tidak meremehkan dua kecenderungan itu. Sebagai sebuah kecenderungan, kedua masalah ini harus dikelola dengan penuh kebijaksanaan sebelum berkembang menjadi sebuah kekuatan yang mampu merongrong pemerintah atau mengancam keutuhan NKRI,” terang Bamsoet.

Sebanyak 41 dari 100 masjid yang terindikasi terpapar paham radikal ini menjadi persoalan yang cukup pelik. Rinciannya, 10 masjid di kementerian, 10 masjid di lembaga, dan 21 masjid milik BUMN. Khusus untuk BUMN, ada 7 masjid dengan level paparan radikal berat, 13 masjid level sedang, dan satu masjid level rendah.


Penulis: Raka Iskandar
Editor: Raka Iskandar

Loading...