Mahfud MD maju sebagai cawapres dampingi Jokowi? @liputan6.com

MALANGTODAY.NET – Publik Indonesia sedang diramaikan dengan bursa pemilihan cawapres yang akan digandeng oleh beberapa kandidat capres untuk pemilu 2019. Nama mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD masuk dalam bursa cawapres yang akan menemani Jokowi.

Kendati mendapat dukungan penuh dari mayoritas ulama di Jawa Timur dan Jawa Tengah juga Nahdlatul Ulama (NU), ternyata keluarnya nama Mahfud MD di bursa cawapres ini mendapat kritikan tajam dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Setidaknya ada tiga poin kritik yang dberikan PKB kepada mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) tersebut.

Baca Juga: NU & Ulama Jawa Timur Dukung Mahfud MD Dampingi Jokowi di Pemilu 2019

  1. Mahfud MD Tidak Bisa Wakili NU

Kendati Partai Kebangkitan Bangsa masuk ke dalam jajaran partai koalisi Jokowi, ternyata PKB memiliki pandangan lain atas keluarnya nama Mahfud MD di bursa cawapres Jokowi.

Dilansir dari merdeka.com, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) melalui Wakil Sekretaris Jenderal PKB, Dita Indah Sari menyatakan bahwa Mahfud MD tidak berasal dari kalangan NU.

Bagi PKB, profil Mahfud MD sebagai pasangan Jokowi tidak akan membawa dampak politik yang signifikan. Mahmud MD dinilai kurang kuat untuk menarik pendukung yang beragama Islam.

Lanjut Dita, Mahfud MD bahkan akan sulit mendapatkan dukungan dari partai-partai koalisi pendukung Jokowi.

“Sehingga satu akan lebih sulit mendapatkan dukungan dari partai politik- partai politik terutama yang ada di koalisi.

“Pak Jokowi sendirikan bukan berlatar belakang Islam kan tapi beliau nasionalis. Jadi perlu pendamping yang menguatkan dia dari segi itu. Kalau Pak Mahfud bagi kami tak cukup kuat mewakili umat Islam. Beliau akademisi, profesional. Sehingga manfaat politik yang bisa didapat Jokowi jadi minimal,” kata Dita dikutip dari laman merdeka.com.

Baca Juga: Dan Loris Karius Award di Piala Dunia 2018 Jatuh Kepada….

    1. Elektabilitas Mahfud MD Rendah

Menurut PKB, elektabilitas yang dimiliki oleh Mahfud MD masih jauh di bawah Ketua Umum mereka, Muhaimin Iskandar atau yang biasa disebut Cak Imin.

Selain itu, PKB juga optimis bahwa Jokowi tidak akan memilih calon pasangannya yang memiliki elektabilitas rendah.

  1. Nama Mahfud MD Muncul Berkat Tebak-Tebakan

Dilansir dari Merdeka, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyatakan bahwa sejauh ini belum ada koordinasi dan rapat lebih lanjut dari partai-partai koalisi Jokowi.

Menurutnya, nama Mahmud MD keluar berkat hasil tebak-tebakan berlandaskan opini. Pembahasan cawapres Jokowi sampai saat ini masih belum final.


Penulis: Swara Mardika
Editor: Swara Mardika