Suhermawan dengan masih berbalut perban melaporkan Andry ke Polisi (Warta Kota)
Suhermawan dengan masih berbalut perban melaporkan Andry ke Polisi (Warta Kota)

MALANGTODAY.NET – Seorang satpam di Gunung Sahari, Sawah Besar, Jakarta Pusat yang menjadi korban gigitan anjing, Suhermawan melaporkan pemilik anjing, Andry ke Polres Jakarta Pusat pada Selasa (18/12/2018) kemarin.

Laporan ini dikarenakan Andry tidak menepati janji yang telah disepakati bersama. Dalam perjanjian disebutkan bahwa Andry akan memberikan santunan sebesar Rp 800ribu kepada Suhermawan untuk pengobatan. Namun yang diberikan hanya Rp 100ribu.

“Nah, uang dia berikan Rp 100.000 dengan sebelumnya dijanjikan Rp 800.000 kemudian,” ujar Kuasa Hukum Suhermawan, Azam Khan dilansir dari Kompas.com (18/12/2018).

Sebelumnya, Suhermawan dan Andry menyelesaikan permasalahan dengan damai. Namun pihak Suhermawan menilai tidak ada itikad baik dari Andry.

“Bukan hanya tidak menepati janji tapi dia tidak kooperatif, tidak memanusiakan manusia yang jadi korban gigitan pitbull,” ujar Azam dilansir dari Kompas (18/12/2018).

Akibat serangan anjing pitbull Andry, Suhermawan menderita luka gigitan di beberapa bagian tubuhnya.
“Ada di kaki, ada di telinga, di pipi juga ada luka. Ada perban di kepala. Tapi tadi kondisi bisa berjalan, dituntun,” ucap Kasubag Humas Polres Jakarta Pusat, AKP Purwadi dilansir dari Detik.com (19/12/2018).

Diketahui sebelumnya, kejadian ini bermula pada Kamis (13/12/2018) pagi. Saat itu, Andry berjalan-jalan dengan anjingnya yang tidak dikalungkan pengikat. Suhermawan pun menegur Andry mengingat banyak warga terutama anak-anak yang beraktivitas di lingkungan perumahan. Tak terima, Andry membela dirinya dengan mengatakan bahwa anjingnya sangat patuh terhadapnya.

Selanjutnya Suhermawan mempersilahkan Andry untuk meninggalkan tempat tersebut. Andry tak terima dan langsung mendorong Suhermawan dan memanggil anjingnya. Sempat terlibat percekcokkan namun akhirnya anjing milik Andry dengan ganas menggigit tubuh Suhermawan dan dibiarkan oleh Andry.


Penulis: Almira Sifak
Editor: Almira Sifak

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.