Dijerat Penistaan Islam, Ini Jasa Ahok untuk Umat Muslim di Jakarta
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta @MalangTODAY

MALANGTODAY.NET – Tepat hari ini 4 tahun yang lalu, provinsi DKI Jakarta mendapatkan pemimpin baru. Gubernur sebelumnya, Joko Widodo, dipastikan hengkang dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta (Pemprov DKI) karena kemenangannya di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014. Wakilnya, Basuki Tjahaja Purnama atau kerap dipanggil Ahok naik menjadi Gubernur.

Dan akhirnya, publik mengetahui akhir dari seorang Ahok di kursi Gubernur cukup ironis. Kasus penistaan Islam yang dituduhkan kepadanya membuatnya harus mengakhiri periode kepemimpinannya di balik jeruji penjara. Meski demikian, banyak sekali jasa pria Tionghoa itu kepada umat Muslim Jakarta. Apa saja itu? Dikutip dari IDN Times, berikut ulasannya.

Baca Juga: 5 Fakta KH Ahmad Dahlan, Pendiri Muhammadiyah

Pembangunan Masjid Raya Jakarta
Pembangunan Masjid Raya Jakarta
Masjid Raya Jakarta @Detik

Masjid ini merupakan masjid pertama dimiliki oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Berlokasi di Cengkareng, Jakarta Barat, masjid ini menghabiskan anggaran sebesar Rp 170 miliar. Masjid ini kemudian diberi nama Masjid KH Hasyim Asy’ari.

Pembangunan Masjid Fatahillah di Balai Kota DKI
Pembangunan Masjid Fatahillah di Balai Kota DKI
Masjid Fatahillah @Medcom

Sebelum masjid ini dibangun, Balai Kota tidak memiliki masjid sendiri. Rumah ibadah yang ada waktu itu hanya mushola. Hal ini yang membuat PNS di lingkungan Balai Kota cukup kesulitan kala harus mendirikan Sholat Jum’at. Atas dasar itu, Ahok membangun Masjid Fatahillah.

Pembangunan Masjid di Rusun Marunda
Pembangunan Masjid di Rusun Marunda
Masjid Rusun Marunda @Tribun Newa

Masjid yang dibangun di kawasan Rusun Marunda ini memiliki dua lantai dengan kapasitas 2.000 jamaah. Saat diresmikan pada 2016, Ahok menumpahkan sedikit kekesalannya pada kontraktor masjid yang dinilai asal-asalan membangunnya.

Baca Juga: Deretan Artis Dunia yang Sukses Pimpin Sebuah Wilayah

Marbut Masjid Pergi Umroh
Marbut Masjid Pergi Umroh
Marbut Masjid @Wikipedia

Sejak 2014, program ini diusung Ahok dengan tujuan bentuk apresiasi atas pekerjaan mulia marbut masjid. Ia pun kemudian memberangkatkan sekitar 20 marbut masjid terpilih, 40 pada tahun berikutnya, dan 50 pada tahun setelahnya. Pemprov DKI menganggarkan Rp 11 miliar untuk menyejahterakan marbut masjid.

KJP untuk Madrasah Swasta
KJP untuk Madrasah Swasta
Ilustrasi siswa madrasah @Kompasiana

Sebelumnya, siswa madrasah tidak memperoleh keuntungan dari Kartu Jakarta Pintar (KJP). Namun sejak 2016, Pemprov menganggarkan Rp 2 triliun khusus murid-murid madrasah swasta. Sistem ini merupakan bentuk kerjasama dengan Kementerian Agama.

Baca Juga  Ahok Lewat Jauh! Kasus Presekusi Penista Agama di Pakistan Ini Lebih Parah dari Indonesia

Baca Juga: Peringati Ultah Komedian Sule, Begini Nasib Dua Finalis API 2005 Saingan S.O.S Dulu

Jam Pulang PNS dan Siswa Dipercepat Saat Ramadhan
Jam Pulang PNS dan Siswa Dipercepat Saat Ramadhan
Ilustrasi PNS DKI Jakarta @Rmol

Pada Ramadhan 2016, Ahok mencetuskan kebijakan pulang lebih awal untuk PNS dan murid sekolah. Jam pulang PNS berlaku pada pukul 14.00 siang, sedangkan untuk murid dari tingkat SD hingga SMA bisa pulang pukul 13.30.


Penulis: Raka Iskandar
Editor: Raka Iskandar

Loading...