Wartawan Arab Saudi Hilang di Turki, Negara Rival Pilih Santai
Demonstrasi terkait kasus hilangnya Jamal Khashoggi @MintPress News

MALANGTODAY.NET – Hilangnya wartawan Arab Saudi, Jamal Khashoggi, masih menjadi misteri hingga kini. Sebelumnya, ia dikenal sangat keras mengkritik pemerintahan kerajaan Arab Saudi. Khashoggi sendiri dikabarkan hilang setelah memasuki Konsulat Arab Saudi di Turki pada 2 Oktober 2018 lalu.

Meski kerap muncul dengan kritik-kritik tajam untuk negaranya, namun ia dikatakan sebagai sosok yang amat mencintai tanah airnya itu. Hal ini diutarakan oleh tunangan Khashoggi, Hatice Cengiz. Tak tanggung-tangung, Cengiz menyebut tunangannya itu sebagai patriot kesepian.

Baca Juga: Dituduh Jiplak Trump, Ini Pembelaan Prabowo Soal Jargon ‘Make Indonesia Great Again’

“Jamal adalah seorang patriot. Ketika orang-orang menyebutnya pembangkang, dia menolak sebutan itu. ‘Saya seorang jurnalis independen yang menggunakan penanya utnuk kebaikan negaranya’, dia akan bilang demikian. Dia meninggalkan Arab Saudi karena itu satu-satunya cara agar dia tetap menulis dan bicara soal isu-isu dan aggasan yang dia pdulikan, dan untuk bekerja tanpa mengkompromikan martabatnya,” tutur Cengiz dilansir dari Detik.com, Senin (15/10/2018).

Turki Hingga Perancis Kecam Saudi, Iran Pilih Kalem
Turki Hingga Perancis Kecam Saudi, Iran Pilih Kalem
Demonstrasi terkait kasus hilangnya Jamal Khashoggi @VOX

Dilansir dari berbagai sumber, hilangnya Khashoggi membuat Arab Saudi mendapatkan kecaman dari dunia. Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan menantang kerajaan Saudi untuk membeberkan video bukti bahwa wartawan yang pernah menjadi penasihat kerajaan itu sudah meninggalkan konsulat. Turki mengklaim telah memiliki bukti konkret bahwa Khashoggi telah dibunuh dan tinggal menunggu waktu yang tepat untuk melakukan penggeledahan di konsulat.

Hal senada turut disampaikan oleh pemerintahan Inggris, Jerman, dan Perancis yang meminta investigasi mendalam dilakukan untuk kasus ini. Dilansir dari BBC, Menteri Luar Negeri (Menlu) dari ketiga negara tersebut meminta pemberian hukuman yang seberat-beratnya pada pihak yang bertanggung jawab atas kasus ini.

Baca Juga: ‘Make Indonesia Great Again’ ala Prabowo, Tiru Strategi Donald Trump?

Berbeda dengan keempat negara di atas, Iran justru bersikap lebih kalem mengenai kasus hilangnya Jamal Khashoggi. Iran yang selama ini dikenal sebagai rival utama Arab Saudi menyatakan akan melakukan pendekatan wait and see (menunggu dan melihat).

“Kami lebih suka menunggu sampai lebih banyak rincian dan fakta-fakta terungkap. Terlalu dini untuk berkomentar,” ujar juru bicara Kemenlu Iran, Bahran Qasemi, dilansir dari Reuters.


Penulis: Raka Iskandar
Editor: Raka Iskandar

Loading...